Pekalongan – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan menggelar pelantikan pengurus komisariat, pengurus rayon Saintek dan pengurus rayon Dekabita, Sabtu (27/7), bertempat di Gedung B lantai 3 ITSNU Pekalongan.
Acara ini mengusung tema “Membangun Solidaritas dan Kolaborasi untuk Kepemimpinan yang Inklusif”. Acara ini dihadiri oleh para kader dan tamu undangan, yang menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk menjalankan roda organisasi.
Ketua PK PMII ITSNU Pekalongan Ian Anthonio dalam sambutannya menegaskan pentingnya optimalisasi kaderisasi sebagai peran utama dan krusial dalam organisasi. “Optimalisasi kaderisasi adalah fondasi kita untuk membentuk pemimpin yang inklusif dan berintegritas,” tegas Ian.
Ia juga menekankan bagaimana PMII Komisariat KH. Abdurrahman Wahid perlu berkolaborasi secara harmonis baik di internal maupun eksternal organisasi, untuk mencapai tujuan kepemimpinan yang inklusif.
Ketua PC PMII Pekalongan M. Izul Haq berharap agar di tahun mendatang, kedua rayon ini bisa menjadi definitif. “Tentu ini perlu ditinjau dan dikawal dengan serius. Status definitif adalah cita-cita bersama kita semua,” ujarnya.
Ia juga berharap bahwa semua yang dilafalkan dalam prosesi pelantikan diresapi dengan penuh kesadaran, sehingga pada akhir kepengurusan, semua masih dalam keadaan yang sama, sehat dan utuh. “Saya melihat banyak kader kita yang perlu dijaga dan disemangati bersama,” tambah Izul.
Acara pelantikan ini tidak hanya menjadi momen formalitas, namun juga menjadi ajang memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar kader PMII ITSNU Pekalongan. Harapan besar disematkan pada kepengurusan yang baru untuk membawa perubahan positif dan membangun kepemimpinan yang inklusif di lingkungan PMII dan masyarakat luas.
Pengirim: Nurul Iman
Editor: Kang Anwar





