Jaringan GUSDURian bersama kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid atau UIN Gusdur Pekalongan gelar ‘Gus Dur Memorial Lecture (GML) dalam rangka Studium Generale dengan tema “Demokrasi, Mahasiswa, dan Kepemimpinan Global” pada Senin (26/08/2024).
Dalam sambutan virtualnya, Alissa Wahid, selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Gus Dur Memorial Lecture adalah serial yang diluncurkan oleh Jaringan Gusdurian yang bekerja sama dengan sivitas akademik di berbagai titik di Indonesia sebagai upaya untuk mengambil inspirasi dari perjuangan panjang almaghfurlah Gus Dur.
“Sebagaimana kita tahu, Gus Dur adalah pemimpin yang punya banyak dimensi, punya banyak rekam jejak. Beliau tidak hanya pemuka agama, bukan hanya pemimpin organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama, tetapi juga beliau adalah pejuang champion demokrasi, dan juga champion persaudaraan lintas iman,”kata Alissa.
Pada acara tersebut juga dihadiri berbagai tokoh non Islam, salah satunya Kasiong, seorang Tionghoa Katolik.
“Kehadiran saya seorang Tionghoa Katolik di kegiatan GML atas undangan panitia merupakan sebuah bukti atau bisa saya katakan sebuah legacy dari apa yang telah diperjuangkan dan diteladankan oleh Gus Dur,”ucapnya.
Kasiong punya keyakinan dan berharap bahwa apa yang telah Gus Dur teladankan bisa dilanjutkan oleh anak bangsa ini terlebih civitas akademika UIN KH. Abdurrahman Wahid yang memakai nama Gus Dur.
Rektor UIN Gusdur, Prof. Zaenal Mustakim, yang dalam hal ini sebagai keynote speaker dan membuka acara Gus Dur Memorial Lecture, menyampaikan bahwa, sebagai kader gus dur, kita harus membuka wawasan yang luas. Beliau juga bertutur, bahwa UIN Pekalongan mendapatkan keberkahan karena menggunakan nama ini (KH. Abdurrahman Wahid).
“Mudah-mudahan, UIN kita ini juga sama besarnya dengan nama besar Gus Dur”.
Prof. Maghfur, selaku PIC dalam acara ini mengatakan bahwa Studium Generale ini adalah sebuah tradisi akademik di seluruh perguruan tinggi sebelum memulai perkuliahan.
“Studium generale ini dilakukan sebagai wahana untuk diseminasi hasil-hasil riset terkini. Tidak cukup hanya terkini, tapi juga ter-hot saat ini. Dalam konteks Indonesia, tema yang kita usung ini adalah “Demokrasi, Mahasiswa, dan Kepemimpinan Global,”Kata Maghfur.
Pengirim: Amir Muzaki
Editor: Kang Anwar





