Beranda Berita Ponpes Nurul Huda Simbang Kulon Sambut Keluarga Baru dengan Cara yang Tak...

Ponpes Nurul Huda Simbang Kulon Sambut Keluarga Baru dengan Cara yang Tak Biasa

0

Pekalongan – Formula baru dilakukan oleh Pengurus Pondok Pesantren Nurul Huda Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan dalam menyambut kedatangan para santri baru. Mereka menyambut kedatangan para santri baru dengan menggelar acara yang bertajuk Khutbatul Iftitah dan Seminar Santri, di Aula Pondok Pesantren Nurul Huda,Selasa (08/07/25).

Lurah Pondok, M. Iqbal Aziz menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai pembuka kegiatan-kegiatan di pondok, menyambut kedatangan keluarga baru, dan memotivasi para santri agar tambah semangat dalam mengaji.

“Karena sudah liburan lama, maka kami merasa perlu untuk menumbuhkan kembali semangat dalam mengaji dan menumbuhkan semangat untuk mencapai himatul aliyah yang ingin dicapai oleh santri lama maupun santri baru,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai seorang pengurus, pihaknya sedang mengupayakan agar kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan pondok, mengingat acara ini merupakan acara perdana.

“Kegiatan semacam ini merupakan kegiatan perdana dan insyaallah akan menjadi kegiatan tahunan pondok,” ungkap M. Iqbal.

Menghadirkan tema “Menjadi Santri Sejati di Era Generasi Z”, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pondasi awal dalam menanamkan rasa cinta mengaji di tengah hiruk pikuk modernisasi. Rangkaian acara ini diawali dengan Pembacaan Maulid Dhiba’, dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubanul Wathon, sambutan, seminar, dan khutbatul iftitah, serta ditutup dengan lantunan doa.

Seminar ini diisi oleh Alumni Universitas Al-Afgaff Yaman, Muhammad Mulyono, Lc. M.H yang dihadiri oleh para santriwan dan santriwati, baik santri lama maupun santri baru, para pengurus, dan pengasuh. Dalam seminarnya, beliau menyampaikan agar para santri senantiasa semangat, berusaha, dan berdoa. Tak hanya itu, beliau juga menegaskan pentingnya seorang santri memiliki sebuah adab.

“Untuk mencapai sebuah kesuksesan atau kemanfaatan ilmu dalam mengaji perlu adanya sikap menjaga akhlak dan adab kepada guru, kepada orang tua, dan sesama santri,” tutur beliau.

Para santri terlihat sangat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Antusias ini tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri, salah satunya dari santriwati bernama Laeli Hanifah Fitriani, ia menanyakan bagaimana caranya mengatur waktu kuliah dan mondok agar keduanya berjalan seimbang.

“Supaya bisa menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan dan pondok, seorang santri harus mempunyai sebuah jadwal harian yang jelas dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran serta bersungguh-sungguh,” jawab Muhammad Mulyono, Lc. M.H.

Dalam khutbah iftitahnya, KH. Mahrus Khudlori, M.Pd.I, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda menuturkan harapannya terhadap acara ini.

“Dengan adanya acara seminar santri dan khutbah iftitah ini diharapkan para santri dapat terinspirasi dan termotivasi oleh sosok pemateri serta materi yang disampaikan dapat dilakukan di dalam kehidupan,” ujarnya.

Melalui acara seminar ini, para santri tak hanya belajar menjadi pendengar yang baik, namun juga mendapatkan secercah motivasi untuk terus mengobarkan semangat mengaji yang ada di dalam sanubari. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan siap berkontribusi di tengah dinamika masyarakat.   

Pengirim: M. Ridho Billah
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini