Jakarta — Semangat anak muda Nahdlatul Ulama kembali mendapat sorotan positif pada ajang International Conference on Zakat (ICONZ) 9 yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa – Kamis (9-11/12/2025). Salah satu peserta muda yang menarik perhatian adalah Salmaa Al Zahra Ramadhani, mahasiswa program doktoral (S3) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus penerima beasiswa S3 BAZNAS.
Dalam forum internasional yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi zakat dari berbagai negara tersebut, Salmaa memperkenalkan Gerakan Koin NU di Kabupaten Semarang dengan salah satu programnya santunan kematian yang hanya dimiliki oleh LAZISNU Kabupaten Semarang, Ia menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan model pemberdayaan berbasis kemandirian jamaah yang telah terbukti mampu memperkuat solidaritas sosial serta memperluas manfaat ekonomi umat.
Salmaa memaparkan bagaimana Gerakan Koin NU, meski sederhana, mampu membangun ekosistem filantropi yang inklusif dan berkelanjutan. Pengumpulan koin dari masyarakat secara rutin terbukti dapat menopang berbagai program pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial di tingkat akar rumput. “Gerakan ini menggambarkan bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat menjadi sangat besar ketika dilakukan bersama-sama,” ujarnya dalam presentasi.
kehadiran Salmaa di ICONZ 9 menegaskan bahwa generasi muda NU tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga siap berperan sebagai inovator dan peneliti di panggung global. Dengan dukungan beasiswa S3 dari BAZNAS, ia berharap dapat terus memperdalam riset tentang filantropi Islam dan berkontribusi pada pengembangan tata kelola zakat nasional.
Partisipasinya mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dianggap mampu menghadirkan perspektif segar dan menggambarkan wajah baru filantropi Islam di Indonesia. ICONZ 9 pun menjadi panggung penting bagi Salmaa untuk membawa semangat kemandirian dan solidaritas ala NU ke tingkat internasional.
Pengirim: Zahra
Editor: K. Anwar





