Beranda Opini Bagaimana Upaya Guru Mengurangi Dampak Gadget pada Perilaku Anak?

Bagaimana Upaya Guru Mengurangi Dampak Gadget pada Perilaku Anak?

1
Foto: cussonskids.co.id

Oleh: Risma Ayuning Asti, S.Pd

Bagi guru kelas satu yang masih tergolong baru, saya banyak sekali belajar dari anak-anak. Ternyata mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Setiap anak mempunyai karakteristik, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apalagi anak-anak usia peralihan dari PAUD ke SD, yang tingkahnya terkadang membuat saya geram dan geleng-geleng kepala. 

Anak didik saya merupakan anak generasi alpha, generasi yang lahir tahun 2011-2025, yang mana mereka sangat akrab dengan teknologi seperti gadget. Anak-anak sudah akrab dan biasa dengan benda ini. Hal tersebut dikarenakan orang tua menganggap bahwa memberikan gadget pada anak akan membuat mereka duduk diam dalam waktu lama karena tontonan video yang dapat mereka lihat. Kondisi ini memudahkan orang tua untuk mengerjakan pekerjaan rumah daripada harus mengawasi anak bermain di luar rumah. Selain itu juga karena orang tuanya berinteraksi dengan gadget, oleh karenanya anak-anak mengikuti perilaku orang tua. 

Apalagi perkembangan teknologi yang sangat maju ini. Efek teknologi dan internet terhadap karakter anak-anak sangat berpengaruh besar. Anak-anak didik saya kebanyakan dari mereka punya sikap emosi marah yang berlebihan, semua keinginan harus dituruti, maunya serba instan, dalam artian anak-anak tidak mau berproses dalam menyelesaikan hal dari guru. Setelah saya tanya dengan orang tua kebanyakan dari orang tua menjawab pengaruh dari gadget.  Lantas bagaimana sikap kami sebagai seorang guru dalam menghadapi karakter anak yang seperti diatas?

Sekolah kami merupakan sekolah full day school berbasis Islam, Dimana anak-anak kelas 1 yang umumnya pulang pukul 11.00 WIB, anak-anak di sekolah kami pulang pukul 14.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecanduan gadget pada anak. Anak akan memiliki waktu lebih banyak di sekolah daripada di rumah. Dengan jam belajar yang padat tentu waktu untuk bermain gadget akan berkurang.  

Penggunaan gadget yang berlebihan akan berdampak buruk bagi anak usia dini. Diantaranya anak akan semakin emosional, waktu akan semakin terbuang sia-sia, ketertarikan pada aktivitas bermain di luar rumah bersama teman-temanya akan berkurang dan tentunya juga berdampak pada daya konsentrasi dan peningkatan ketergantungan anak untuk mengerjakan berbagai hal yang seharusnya bisa mereka lakukan. 

Dampak perilaku buruk anak sangat berpengaruh baik di lingkungan tempat anak tinggal maupun di sekolah. Banyak orang tua yang memasrahkan anaknya kepada sekolah untuk bisa merubah sikap anaknya. Orang tua menganggap sekolah adalah bengkel yang mampu memperbaiki apa saja yang rusak. Padahal tanpa kerjasama yang baik dan konsisten antara guru dan orang tua, antara sekolah dengan lingkungan sekitarnya pembentukan karakter yang baik tidak akan bisa tercapai. 

Oleh karena itu sekolah dan guru memiliki peran penting dalam meminimalisir dampak gadget. Beberapa hal yang sering kami lakukan untuk mengurangi dampak gadget terhadap perkembangan anak diantaranya adalah;

1. Nasihat terus menerus. Menasehati anak tidak hanya dilakukan sekali dua kali, tetapi terus menerus secara konsisten agar nasehat itu masuk ke alam bawah sadar. Sehingga tanpa disadari akan dilakukan oleh anak. 

2. Pembiasaan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Di SD Unggulan Nidaul Qur’an tempat saya bekerja, pembiasaan yang kami lakukan, pembiasaan sholat dhuha, pembiasaan doa-doa harian, pembiasaan membaca al-qur’an dan pembiasaan bagaimana caranya berjalan di depan guru, pembiasaan untuk berkata lembut menggunakan Bahasa Jawa Krama. 

3. Mengajar dengan media aktif dan interaktif. Agar pesan dalam Pendidikan bisa diterima anak maka dalam mengajar perlu cara yang sesuai dengan usia anak-anak. Biasanya saya mengajar dengan media video motivasi sebelum pelajaran dimulai. Terkadang mengenalkan anak pada permainan tradisional. Saya ingin mengajarkan pada anak bahwa ada permainan yang lebih mengasyikan daripada terus menatap layar gadget. Yaitu permainan tradisional.

Permainan tradisional yang ada tidak hanya mempunyai unsur kearifan lokal. Namun juga bisa menjadi sarana untuk menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak. Seperti mengembangkan kemampuan dasar anak dengan memainkan dan membuat mainan tradisional. Permainan tradisional juga dapat menstimulasi aspek perkembangan anak yaitu fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial dan emosional. 

4. Kerja sama guru dan orang tua. Untuk mewujudkan visi dan misi dalam mendidik anak maka perlu kerja sama yang konsisten baik guru dan orang tua, salah satunya dengan pertemuan rutin yang membahas perkembangan anak dan bagaimana solusi jika mendapat masalah dalam karakter anak baik di sekolah maupun di rumah. 

Itulah beberapa hal yang kami lakukan sebagai pendidik untuk meminimalisir pengaruh gadget pada perkembangan karakter anak. 

*Penulis merupakan Guru di SD Unggulan Nidaul Qur’an

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini