Semarang – STAI Ki Ageng Pekalongan terus menunjukkan komitmen untuk mengembangkan institusi pendidikannya. Terbaru, mereka menjajaki kerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi China.
Melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK), STAI Ki Ageng Pekalongan telah menandatangani MoU Singning dan Education Pathways in China yang juga merupakan kerjasama Belt and Road Chinese Center (BRCC) dengan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Tengah (Jateng) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jateng, pada Rabu, 16 April 2025 bertempat di Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Kegiatan ini bahkan menghadirkan 9 Perguruan Tinggi dari China baik secara online maupun offline (hybrid) yang telah melakukan MoU dengan 17 Perguruan Tinggi.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAI Ki Ageng Pekalongan, Dr. Casrameko mengutarakan jika kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk membuka jalur-jalur strategis kerja sama Internasional. Terutama dalam bidang akademisi seperti program pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, pengembangan kurikulum bersama, serta penyelenggaraan program pendidikan lanjutan di Negeri Tirai Bambu.
“Sebagai kampus yang masih berkembang, kami tentu sangat berharap inisiatif ini akan menghasilkan kolaborasi jangka panjang, salah satunya dalam pertukaran mahasiswa atau dosen, kolaborasi penelitian, program bahasa dan budaya serta inovasi akademis dan pengembangan kelembagaan,”ucap Dr. Casrameko
CEO of BRCC Global, Prof. Dr. Maruf Mollah, menerangkan upaya kerja sama ini sekaligus untuk mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan antara Indonesia dan China.
“Perguruan Tinggi di Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membentuk arah kerja sama pendidikan dunia yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Prof Maruf Mollah.





