Beranda Berita Seminar Nasional di UIN Gus Dur, Guru Besar UI Sampaikan Strategi Pengembangan...

Seminar Nasional di UIN Gus Dur, Guru Besar UI Sampaikan Strategi Pengembangan Industri Halal dan Digitalpreneurship

0

Pekalongan – Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Seminar Nasional Halal Industri dan Digitalpreneurship bertempat di Meeting Room Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Gus Dur, Senin (17/11/2025). 

Kegiatan yang mengambil tema “Pengembangan Industri Halal dan Digitalpreneur di Era Transformasi Ekonomi Digital dan Kreatif” ini menghadirkan Guru Besar dari Universitas Indonesia Prof. Sri Rahayu Hijrah Hati, SE., M.Si., Ph.D.

Kaprodi MES UIN Gus Dur Dr. Ali Muhtarom, M.H.I menyampaikan, kegiatan seminar nasional bertemakan Industri Halal dan Digitalpreneur ini salah satunya sebagai upaya memberikan wawasan dan solusi kepada masyarakat, khususnya praktisi UMKM, pelaku bisnis, akademisi, dan mahasiswa. 

“Tema yang kita ambil kali ini sesuai dengan kebutuhan zaman. Kita tahu tema ini sedang tren dan menjadi kajian baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Sebagai akademisi tentunya kami ingin turut berkontribusi melalui kegiatan seminar nasional ini, dengan harapan dapat memberi manfaat untuk sesama,” Ujarnya.

Narasumber Prof. Sri Rahayu Hijrah Hati membagi penyampaian materi menjadi dua sesi. Sesi pertama, pengembangan industri halal di Indonesia. Sesi kedua, digitalpreneurship dan inovasi dalam industri halal.

Prof. Sri Rahayu menegaskan pentingnya pengembangan industri halal dalam menopang pertumbuhan ekonomi di era digital dan kreatif saat ini. Menurutnya, industri halal bukan hanya soal produk yang memenuhi standar syariat, tetapi juga merupakan peluang strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia. 

“Transformasi digital membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga pelaku industri halal dapat menjangkau konsumen global dengan lebih mudah,” ujarnya.

Dalam konteks digitalpreneur, Prof. Sri Rahayu menyoroti peran teknologi dan kreativitas sebagai pendorong utama kesuksesan para wirausahawan muda. Dosen dengan kepakaran Manajemen Pemasaran ini menjelaskan bahwa digitalpreneur memanfaatkan platform digital untuk inovasi produk dan layanan, sekaligus membangun jaringan bisnis yang dinamis. 

“Era ekonomi digital dan kreatif menuntut pelaku usaha untuk adaptif dan terus berinovasi agar dapat bersaing secara global, terutama di sektor halal yang potensinya sangat besar,” tambahnya.

Prof. Sri Rahayu juga mengajak pemerintah, akademisi, masyarakat serta pelaku industri untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan industri halal dan digitalpreneur. Langkah ini dinilai krusial dalam mempercepat transformasi ekonomi yang berkelanjutan serta memberdayakan para pelaku usaha. 

“Kolaborasi ini tentunya akan memperkuat ekosistem digital dan kreatif, meningkatkan daya saing sekaligus memperluas lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

Kegiatan yang dimoderatori Baratadewa Sakti ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari unsur pelaku bisnis, mahasiswa, dan dosen. Turut hadir pula para pejabat kampus di lingkungan Pascasarjana UIN Gus Dur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini