Sumedang – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Tanjung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menggelar ziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien di Kompleks Makam Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana menguatkan spiritualitas sekaligus meneladani perjuangan pahlawan perempuan dalam berkhidmat kepada masyarakat.
Setibanya di lokasi, rombongan memanjatkan doa bersama dengan penuh khidmat untuk mendiang Cut Nyak Dien serta para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Ketua PR Fatayat NU Tanjung, Nichlatul Zulfa Maharani, S.Pd., menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar perjalanan seremonial, melainkan momentum untuk mengambil nilai-nilai keteguhan dan keteladanan dari sosok pahlawan asal Aceh tersebut.
“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Di masa sekarang, perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, menjaga nilai-nilai agama, serta terus memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Zulfa.
Ia menambahkan, Cut Nyak Dien memberikan pelajaran penting bagi kader perempuan masa kini agar senantiasa memiliki keberanian, semangat pantang menyerah, dan berani berkontribusi aktif—baik dalam keluarga, masyarakat, maupun organisasi.
“Semangat perjuangan Cut Nyak Dien ini sangat sejalan dengan spirit perempuan Nahdlatul Ulama yang terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja-kerja sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Cut Nyak Dien diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Sumedang hingga wafat pada 6 November 1908. Selama dalam pengasingan di Gunung Puyuh, semangat pergerakannya tidak padam. Ia aktif mengajarkan ilmu agama dan Al-Qur’an kepada masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, PR Fatayat NU Tanjung berharap dapat terus merawat tradisi ziarah sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mencetak kader perempuan NU yang tangguh, berkarakter, serta bermanfaat bagi bangsa.
Pengirim: Rani
Editor: K. Anwar





