Topik: Bambang Ekalaya
Ekalaya (Bagian 02)
Betapa keguncangan itu tak sekadar dirasakan hatinya. Langit dan bumi turut merasakan yang serupa. Bahkan, jagat Mayapada—tempat semayam para dewa—pun ikut terguncang. Pintu Kahyangan bergetar. Taman sari Astana Suralaya pun mendadak cekam. Membuat para dewa kebingungan. Gemparlah seisi jagat Mayapada!
Ekalaya (bagian 01)
“Benda-benda tak membuktikan apa pun, Tuan. Dan, kebenaran juga tak bisa dipaksakan. Apalagi, hanya didasarkan pada anggapan yang dipicu amarah. Tidak, Tuan. Jangan kotori keretamu dengan luapan amarah yang menyesatkan dan memerosokkan harga diri Tuan. Aku mohon, jangan,” kilah Ekalaya.





