Pekalongan – Pengurus Harian (PH) Satuan Koordinasi Rayon (SATKORYON) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan bersilaturahmi ke beberapa sesepuh dan Dewan Penasihat Banser Tirto, Ahad – Senin (6-7/4/2025).
Kepala Satkoryon Banser Tirto M. Ion Mardiono mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan Syawal. Namun kali ini sedikit berbeda, yang dulu-dulu hanya dewan penasihat, kalau sekarang ditambahi Sesepuh Banser yang telah banyak berkiprah di Tirto.
“Sebab dari pengalaman-pengalaman mereka, bisa menjadikan motivasi kita lebih semangat lagi dalam berkhidmah. Dan tentunya, do’a-do’a dari mereka kami berharap keberkahannya. Harapannya, pertemuan yang memupuk semangat ini, mudah-mudahan senantiasa terjaga terus menerus baik setiap periodenya,”katanya.
Faturrohman, Salah satu Banser senior yang dikunjungi menyampaikan rasa gembiranya atas kedatangan Pengurus Banser Tirto, “Senang saya kalau lihat Banser itu, pokoknya senang, meskipun saya tidak begitu aktif seperti dulu, tapi kalau ada Banser datang, jiwa kebanseran saya itu rasanya masih terus menyambung,”ucapnya.
Lebih lanjut, Ndan Rohman, sapaan akrabnya, menceritakan kesukaannya ketika dulu sering aktif bertugas menjadi Banser, karena salah satunya bisa dekat-dekat dengan ulama.
“Saya yang orang bisa, tidak pinter ngaji, tapi karena saja jadi Banser, ada Kyai di pengajian, saya bisa menggandeng, bisa mengawal sampai panggung, kalau tidak jadi Banser, apa mungkin? Sampai ada Kyai dari Jawa timur kalau ke tempat Habib Lutfi, hafal dengan saya,” terangnya.
Dari ceritanya yang lebih berkesan lagi, ndan Rohman menuturkan pertemuannya dengan Kyai yang kharismatik di Pekalongan,
“Dulu, karena ada suatu hal, saya berdua dengan Banser Kedungwuni juga pernah dipanggil oleh Kyai Taufiq Wonopringgo, dan kami ditemui langsung di ruangan pribadi beliau, dan dengan keramahannya, beliau mendekatkan toples suguhan persis dekat badan saya. Supaya saya tidak segan mengambilnya. Lagi-lagi itu karena saya menjadi Banser,” ungkapnya.
Ditemui di tempat lain, Kasatkoryon Banser periode 95-98 di Tirto, Husen Satria atau yang akrab dipanggil Abah juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan silaturahmi pengurus.
“Terima kasih sekali atas kunjungan Satkoryon, karena sudah lama sekali saya bisa dikatakan lost contact dengan pengurus Satkoryon. Dan Alhamdulillah sekarang kok diperlukan lagi,”tuturnya.
Abah mengusulkan agar ketika ada pertemuan-pertemuan Banser di Tirto hendaknya mengundang yang sepuh, supaya komunikasi Banser lama dan baru terus berlanjut.
Dalam kesempatan lain, di rumahnya, Banser sepuh Tirto yang juga selaku tokoh masyarakat Desa Curug, Wasjari, menjelaskan sejarah awal terbentuknya Ansor di Tirto. Bermula di tahun 1995, dari purnanya masa jabatan PAC IPNU Tirto, yang waktu itu dipunggawai oleh Muza’i muda (Sidorejo) selaku Ketua, Mustofa Qomari (Karanganyar) sebagai Sekretaris, yang keduanya sudah Almarhum, dan Wasjari sendiri sebagai Bendahara.
Kemudian, untuk meneruskan keberlanjutan organisasi kepemudaan NU di Tirto yang waktu itu belum terbentuk, maka tiga pemuda tersebut merintisnya dengan membentuk PAC GP Ansor Tirto, dengan Ketua, Sekretaris dan bendahara yang sama seperti kepengurusan PAC IPNU sebelumnya, dan Kasatkoryon yang pertama Husen Satria (Jeruksari).
Mereka mencari kader-kader Ansor-Banser di Tirto dengan istilah “Mencari Mutiara yang Hilang”.
Sampai akhirnya di empat periode kepengurusan PAC Ansor Tirto, Wasjari muda terpilih menjadi Kasatkoryon Banser Tirto, dan mengadakan Pra-LATSAR (Pelatihan Dasar) Banser di Lapangan Sidorejo. Sebelum nantinya diikutsertakan di Pelatihan dan Pendidikan Dasar (DIKLATSAR) Banser di PC GP Ansor Kabupaten pekalongan yang berlokasi di Kajen. Dan itu pertama kalinya diadakan, dan selanjutnya disusul bertempat di Wonokerto, Talun dan Doro.
“Dulu semasa saya jadi Kasatkoryon memang peraturannya yang berwenang mengadakan DIKLATSAR BANSER adalah PC GP Ansor Kabupaten, baru setelahnya Anak Cabang Bisa mengadakan,” jelasnya.
Ndan Wasjari juga berpesan, Menjadi Banser harus disiplin berpakaian dan mengerti aturan dalam bertugas, dan lebih pentingnya lagi yaitu menjaga etika sebagai Banser.
Dalam dua hari itu, Perwakilan pengurus Satkoryon Banser Tirto telah berkunjung ke kediaman Dewan Penasihat dan Sesepuh Banser Tirto diantaranya:
1. Edi Susanto (Tanjung)
2. Radliyan (Pacar)
3. Muntaha (Sambirejo)
4. Fathurrohman (Pucung)
5. Husein Satria (Jeruksari)
6. Aproji (Ngaliyan)
7. Wasjari (Curug)
8. Sobirin Sulma (Sidorejo)
Pengirim: Yusuf Bahtiar
Editor: K. Anwar





