Beranda Opini Di Era Modern, Buat Apa Perempuan Berpendidikan Tinggi?

Di Era Modern, Buat Apa Perempuan Berpendidikan Tinggi?

0
sumber foto: pexels.com

Oleh: Winda Restalia*

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masih ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan dengan anggapan bahwa peran utama perempuan hanya di ranah domestik. Pandangan semacam ini tidak hanya ketinggalan zaman tetapi juga merugikan, karena pendidikan tinggi bagi perempuan membawa manfaat besar baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat secara luas.

Pendidikan adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dibatasi oleh gender. Setiap perempuan berhak mengembangkan potensi diri, mengejar cita-cita, dan menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa terkekang oleh stereotip kuno yang membatasi ruang geraknya hanya pada urusan rumah tangga. Ketika seorang perempuan berpendidikan tinggi, ia tidak hanya memperluas wawasan dan keterampilannya, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

Pendidikan Tinggi Adalah Hak Setiap Manusia, Tanpa Peduli Gender

Dampak positif perempuan berpendidikan tinggi sangat terasa dalam kehidupan berkeluarga. Peran seorang ibu yang berpendidikan tidak hanya menjadi al ummu madrasatul ula namun dia akan memahami pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan pendidikan anak, sehingga mampu mencetak generasi penerus yang lebih berkualitas.

Anak-anak yang dibesarkan oleh ibu berpendidikan tinggi memiliki prestasi akademik lebih baik dan peluang sukses yang lebih besar di masa depan. Selain itu, perempuan berpendidikan biasanya lebih terampil dalam mengelola keuangan keluarga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Dengan kata lain, investasi pada pendidikan perempuan bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

Perempuan Berpendidikan “Keluarga Lebih Sejahtera”

Di tingkat masyarakat dan negara, kontribusi perempuan berpendidikan tinggi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi, baik sebagai profesional di berbagai bidang maupun sebagai pengusaha yang menciptakan lapangan kerja.

Banyak contoh perempuan sukses seperti Sri Mulyani di bidang ekonomi atau Tri Rismaharini di pemerintahan yang membuktikan bahwa perempuan berpendidikan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa. Selain itu, perempuan berpendidikan cenderung lebih aktif dalam proses demokratis dan pengambilan keputusan di masyarakat, sehingga dapat memperjuangkan kebijakan yang lebih adil dan inklusif bagi semua golongan.

Perempuan Berpendidikan “Masyarakat Lebih Maju”

Pendidikan tinggi juga membentuk perempuan menjadi pribadi yang lebih kritis, mandiri, dan berdaya. Dengan bekal pendidikan, perempuan tidak mudah terjebak dalam informasi yang menyesatkan atau menjadi korban manipulasi. Mereka juga memiliki kemandirian finansial yang membuatnya tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain, sehingga bisa terhindar dari berbagai bentuk eksploitasi.

Pendidikan memberikan perempuan kemampuan untuk berpikir rasional, menyelesaikan masalah dengan kreatif, dan mengambil keputusan terbaik bagi hidupnya. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks, di mana perempuan dituntut untuk bisa beradaptasi dan bersaing secara sehat di berbagai bidang.

Mitos: “Perempuan Tidak Perlu Sekolah Tinggi-Tinggi”

Berbagai mitos yang mencoba membatasi pendidikan perempuan perlu diluruskan. Anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena tugasnya “hanya di dapur” adalah pandangan yang sangat sempit dan tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Dunia kerja modern membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang hanya bisa diperoleh melalui pendidikan tinggi, tanpa memandang gender.

Mitos bahwa perempuan pintar akan sulit mendapatkan jodoh juga tidak berdasar, karena justru laki-laki yang percaya diri akan menghargai pasangan yang setara dalam hal pendidikan dan pemikiran. Pendidikan tinggi bagi perempuan bukan ancaman, melainkan investasi berharga untuk menciptakan masyarakat yang lebih maju dan seimbang.

Pada akhirnya, pertanyaan “buat apa perempuan berpendidikan tinggi?” sudah tidak relevan  lagi di era sekarang. Pendidikan tinggi bagi perempuan adalah kebutuhan mendasar yang harus didukung oleh semua pihak. Ketika perempuan diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, bukan hanya individu tersebut yang diuntungkan, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan negara secara keseluruhan.

Perempuan berpendidikan tinggi adalah agen perubahan yang dapat mendorong kemajuan di berbagai bidang, menciptakan generasi penerus yang lebih berkualitas, serta membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Oleh karena itu, alih-alih mempertanyakan manfaatnya, kita harus mendorong lebih banyak perempuan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin, karena masa depan yang lebih baik dimulai dari kesetaraan akses pendidikan bagi semua.

*Mahasiswa Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini