Pekalongan – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan angkat bicara terkait dinamika penyelenggaraan Seminar Nasional Pancasila dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) pada Rabu (18/6) lalu. Kegiatan kolaboratif bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini, sempat diwarnai pertanyaan seputar representasi internal NU dalam rangkaian acara.
Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas potensi kesalahpahaman yang mungkin timbul. “Kami menyadari adanya pertanyaan dari sebagian pihak terkait format acara. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk menjelaskan kronologi dan dinamika di balik layar agar tidak ada prasangka yang keliru,” ujar Dr. Nasrudin.
Bermula dari Inisiatif Lokal, Berakhir Kolaborasi Nasional
Dr. Nasrudin menjelaskan, ide awal penyelenggaraan seminar ini murni inisiatif PC ISNU Kabupaten Pekalongan untuk memperingati Hari Pancasila, sekaligus melantik jajaran PAC. Pihaknya sejak awal berencana menghadirkan Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama.
“Surat permohonan narasumber sudah kami kirimkan sejak 2 Juni, dengan rencana awal di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada 19 Juni. Bahkan, dalam rundown awal, kami sudah menyiapkan slot sambutan untuk Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk ta’dhim kami,” terang Dr. Nasrudin.
Namun, persiapan diwarnai dinamika yang sangat cepat. Pada 7 Juni, BPIP RI mengkonfirmasi kehadiran Kepala BPIP dengan syarat minimal 500 peserta. Syarat ini otomatis membuat Aula Setda tidak lagi memadai. Pencarian lokasi alternatif menjadi tantangan hingga akhirnya Gedung Student Centre UIN Gus Dur bisa ditempati untuk acara pada 18 Juni, setelah sebelumnya jadwal dimajukan oleh BPIP RI secara mendadak. Komitmen BPIP RI untuk menanggung seluruh biaya acara, mulai dari sewa tempat, narasumber, hingga logistik, menjadi dorongan kuat bagi ISNU untuk tetap melanjutkan.
Protokoler Ketat dan Upaya Melibatkan Ruh NU
Dinamika jadwal dan dukungan BPIP RI membawa serta tantangan protokoler. Tim BPIP RI menginformasikan bahwa sambutan hanya bisa diberikan oleh penyelenggara (ISNU), shohibul makan (Rektor UIN Gus Dur), dan perwakilan pemerintah daerah (Bupati). Pembatasan ini juga karena padatnya jadwal Kepala BPIP RI yang harus melanjutkan perjalanan segera setelah memberikan keynote speech.
“Kami telah berupaya keras untuk mengupayakan agar Ketua PCNU dan Ketua PW ISNU Jawa Tengah dapat memberikan sambutan. Namun, karena alasan protokoler ketat dari BPIP RI dan keterbatasan waktu, hal tersebut tidak dapat dipenuhi, bahkan kegiatan pra acara yang saat briefing kami usulkan untuk diisi pembacaan yasin dan tahlil juga tidak bisa karena harus diisi dengan video-video sosialisasi tentang Pancasila” jelas Dr. Nasrudin.
Meski demikian, PC ISNU Kabupaten Pekalongan tetap mengupayakan agar ruh Nahdlatul Ulama tetap terasa kental dalam acara. “Sebagai bentuk ta’dhim kami kepada orang tua organisasi, kami berinisiatif meminta Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan untuk memimpin doa pembuka. Selain itu, jatah narasumber dari PC ISNU kami alihkan kepada Ketua PW ISNU Jawa Tengah, agar peran struktural NU di tingkat wilayah tetap terekspos,” imbuhnya.
ISNU Tetap Banom NU: Mohon Maaf dan Ajak Sinergi
Dr. Nasrudin menegaskan bahwa PC ISNU Kabupaten Pekalongan adalah bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama. “Kami sepenuhnya sadar bahwa ISNU adalah Banom NU, dan kami akan selalu ta’dhim serta tunduk kepada PCNU Kabupaten Pekalongan sebagai orang tua organisasi kami,” tegasnya.
Menutup klarifikasinya, Dr. Nasrudin menyampaikan permohonan maaf yang tulus. “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dan menimbulkan prasangka. Kritik dan saran yang konstruktif adalah vitamin bagi kami. Kami berharap, dengan penjelasan ini, kesalahpahaman dapat dihindari dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah internal keluarga besar PCNU Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
PC ISNU Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh elemen NU untuk terus bersinergi dalam semangat kebersamaan demi kemajuan NU dan bangsa.





