Pekalongan — Rabu, 16 Juli 2025, menjadi awal pengabdian bagi dua belas mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan yang tergabung dalam Kelompok 78 KKN Angkatan 62. Bertempat di Balai Desa Gejlig, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, acara penerjunan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah desa.
Mahasiswa disambut secara terbuka dan hangat oleh Kepala Desa Gejlig, Bapak Karyo Winoto, yang didampingi oleh Sekretaris Desa, Bapak Supardo; Kaur Keuangan, Ibu Eky Ristiyasari; Kasi Pemerintahan, Bapak Hery Turyono; serta para kepala dusun dan perangkat lainnya. Suasana kebersamaan terasa sejak awal, memperlihatkan semangat kolaborasi yang akan menjadi bekal selama masa pengabdian berlangsung hingga 31 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menegaskan bahwa mahasiswa adalah mitra penting dalam proses pembangunan desa. Karyo berharap para peserta KKN dapat hadir dengan pandangan yang objektif, bersedia mendengar, dan mampu menangkap realitas sosial sebagai fondasi penyusunan program yang relevan.
“Mahasiswa bukan hanya membawa nama kampus, tetapi membawa idealisme yang kami harap bisa menjembatani identifikasi masalah dan potensi desa secara objektif. Kami sangat respect terhadap kerja-kerja pembangunan yang serius dan berpihak,” ungkapnya.
Penerjunan ini juga menjadi titik berangkat dari pelaksanaan tema besar KKN ke-62, yaitu: “KKN Berdampak: Pemberdayaan Ekonomi, Penguatan Ekoteologi, dan Penanganan Stunting.” Tema ini tidak hanya menjadi slogan, melainkan arah yang ingin diwujudkan secara konkret melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Menanggapi sambutan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan iktikad baik dari kelompok untuk menjalankan pengabdian secara partisipatif dan adaptif, dengan langkah sinergis bersama rangkaian stakeholder.
“Kami mengupayakan semampu kami untuk mengidentifikasi gap kepuasan masyarakat, agar orientasi pengabdian yang telah dipetakan dalam tema besar KKN dapat diaktualisasikan secara sinergis bersama stakeholder yang suportif terhadap kerja-kerja pembangunan,” ujar salah satu anggota kelompok saat sesi perkenalan.
Kehadiran mahasiswa disambut bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai harapan baru. Harapan atas keterlibatan generasi muda yang tidak hanya menyentuh permukaan, melainkan turut menyelami dinamika desa khususnya di Desa Gejlig. Mahasiswa KKN diposisikan sebagai pihak yang tidak sekadar memberi, tetapi juga belajar. Tidak sekadar hadir, tetapi turut tumbuh bersama masyarakat.
Kegiatan penerjunan ini pun diakhiri dengan penuh harapan dan dokumentasi bersama. Bagi mahasiswa KKN kelompok 78, ini bukan sekadar rangkaian formalitas. Melainkan, permulaan dari perjalanan kolektif dalam membangun ruang-ruang kecil cahaya harapan di tengah masyarakat Desa Gejlig dengan langkah yang mungkin sederhana, tapi mampu dirasa dampaknya. Pengabdian yang tulus tak perlu besar untuk berdampak. Cukup hadir, mendengar, dan bergerak secara serentak.
Pengirim: Lana Salsabila
Editor: K. Anwar





