Pemalang, Senin (4/5/2026) — Ada yang berbeda dari pelaksanaan Ujian Madrasah di MTs I’anah Futuhiyah Karangbrai, Bodeh, Kabupaten Pemalang pada tahun ini. Bukan sekadar rutinitas evaluasi akhir, ujian yang diikuti 54 peserta, terdiri dari 22 laki-laki dan 32 perempuan, ini menghadirkan nuansa kekhidmatan yang terasa lebih dalam, seolah menjadi momentum penting yang sarat makna bagi seluruh warga madrasah.
Sejak pagi, suasana tenang menyelimuti lingkungan Madrasah. Langkah kaki para siswa terdengar lebih pelan, wajah-wajah mereka memancarkan keseriusan yang berpadu dengan harapan. Tidak sedikit yang memanfaatkan waktu sebelum ujian untuk berdoa, menciptakan atmosfer spiritual yang memperkuat kekhusyukan pelaksanaan ujian.
Keunikan lainnya tampak pada kedisiplinan kolektif yang terbangun secara alami. Tanpa perlu banyak arahan, para peserta menunjukkan kesiapan dan ketertiban yang mencerminkan pembinaan karakter selama ini. Hal ini menjadi bukti bahwa ujian bukan hanya mengukur aspek akademik, tetapi juga integritas dan sikap.
Sebelum ujian dimulai, para pengawas ruangan terlebih dahulu menertibkan dan mengecek kehadiran peserta dengan meminta para peserta ujian berbaris rapi di depan ruang ujian masing-masing. Momen ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sekaligus membangun kedisiplinan sejak awal.
Kepala Madrasah, Kyai Hamam Haris, S.Ag., turut memberikan arahan agar ujian dapat dilaksanakan dengan nyaman dan tenang, serta menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan kejujuran selama proses berlangsung. “Semoga seluruh peserta diberikan kemudahan, kelancaran, serta memperoleh hasil terbaik yang membawa keberkahan di masa depan.” Harapnya.
Ketua panitia, Ibu Siti Khujaemah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa pihaknya memang menekankan nilai kejujuran dan ketenangan dalam pelaksanaan ujian. “Pendekatan ini diharapkan mampu membuat siswa lebih percaya diri dalam mengerjakan soal.” ujarnya.
Yang tak kalah menarik, proporsi peserta perempuan yang lebih banyak dibanding laki-laki memberikan warna tersendiri dalam dinamika ujian. Hal ini mencerminkan semangat belajar yang tinggi dan partisipasi aktif dari siswi dalam menempuh pendidikan.
Ujian Madrasah di MTs I’anah Futuhiyah Karangbrai pun menjadi lebih dari sekadar proses akademik. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, tentang perjuangan belajar, nilai-nilai kejujuran, serta doa-doa yang mengiringi setiap lembar jawaban. Sebuah potret kecil dari pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter.
Pengirim: Alfan Aqil
Editor: Anwar





