Beranda Berita KKN Desa Sukoharjo Kandangserang Galakkan Sedekah Sampah

KKN Desa Sukoharjo Kandangserang Galakkan Sedekah Sampah

0

Pekalongan, 18 Agustus 2026 — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, terus mengembangkan gerakan sedekah sampah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam perkembangannya, sampah yang dikumpulkan mahasiswa KKN UIN Gus Dur di sejumlah titik telah berhasil dipilah dan dijual kepada pengepul sampah di sekitar Desa Sukoharjo. Sampah yang berhasil dikumpulkan terdiri atas berbagai jenis, mulai dari kardus, kertas, botol plastik, botol berbahan aluminium, hingga kaleng.

Sebagian sampah berupa kaleng dan material lainnya terlebih dahulu dipadatkan menggunakan alat pengepres yang dibuat oleh mahasiswa KKN Desa Sukoharjo. Pemanfaatan alat tersebut membuat sampah lebih mudah ditata, disimpan, dan memiliki nilai jual yang lebih baik ketika diserahkan kepada pengepul.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Khaqim, M.Pd.I., mengatakan bahwa mahasiswa KKN perlu terus menjaga semangat dalam menjalankan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga menekankan bahwa gerakan sedekah sampah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan penjualan, tetapi hasilnya perlu dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.

“Anak-anakku sekalian, selalu semangat untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Sukoharjo, terutama program sedekah sampah. Kita harus menjalankannya, menggalakkannya, dan memprosesnya sampai menjadi nilai uang. Uang hasil sedekah sampah kita tasarufkan kepada panitia masjid supaya dikelola dengan baik untuk kemakmuran bersama,” ujar Muhammad Khaqim.

Menurutnya, keberlanjutan program juga perlu dipersiapkan sejak mahasiswa KKN masih berada di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan generasi muda Desa Sukoharjo menjadi bagian penting agar program sedekah sampah tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.

“Jangan lupa juga kita libatkan anak muda di sana, supaya ketika kita sudah selesai, sedekah sampah tetap berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Sukoharjo, Dimyati, menjelaskan bahwa pada penjualan kali ini mahasiswa berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah yang cukup beragam.

“Untuk sampah kardus kita ada 19 kilogram, kemudian sampah kertas 38 kilogram, botol cup 35 kilogram, dan kaleng 7 kilogram,” jelas Dimyati.

Sampah tersebut kemudian dijual kepada pengepul lokal dengan harga sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Dari hasil penjualan tersebut, mahasiswa KKN berhasil memperoleh uang sebesar Rp99.500.

“Ini adalah awal yang baik dan akan terus kita galakkan. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berkembang dan melibatkan masyarakat lebih luas,” kata Dimyati.

Hasil penjualan sampah tersebut kemudian langsung diserahkan kepada admin desa yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Desa Sukoharjo. Mekanisme tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk memastikan hasil sedekah sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai tujuan program.

Program sedekah sampah ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, pengurus masjid, pemuda, pengepul sampah, dan masyarakat. Komunikasi dan jejaring antar pihak terus dibangun agar kegiatan pengumpulan dan pemanfaatan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa KKN, sedekah sampah bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai diubah menjadi sumber dana untuk kepentingan sosial dan kemakmuran masjid. Model tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara sederhana, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Ke depan, program sedekah sampah di Desa Sukoharjo diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa KKN meninggalkan desa. Keterlibatan pemerintah desa, pengurus masjid, pemuda, dan masyarakat menjadi kunci agar gerakan tersebut dapat terus berkembang menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kemandirian sosial masyarakat.

Pengirim: Khaqim
Editor: Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini