Beranda Berita Dosen UIN Gus Dur Pekalongan Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama bagi Generasi Z...

Dosen UIN Gus Dur Pekalongan Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama bagi Generasi Z di Era Digital

0

Pekalongan – Upaya memperkuat pendidikan karakter dan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di tengah masyarakat. Salah satunya diselenggarakan oleh Majelis Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, yang menghadirkan dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muhammad Khaqim, M.Pd.I., sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Khaqim menyampaikan materi bertema “Pentingnya Pendidikan Agama bagi Anak Generasi Z di Era Digital.” Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut orang tua untuk semakin aktif mendampingi anak-anak dengan fondasi pendidikan agama yang kuat sejak usia dini.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang secara optimal apabila memperoleh bimbingan, arahan, dan teladan yang baik dari orang tua. Oleh karena itu, keluarga memegang peran sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian anak berdasarkan nilai-nilai Islam.

“Anak-anak kita sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar. Tugas orang tua adalah memberikan dorongan, bimbingan, dan pendidikan yang tepat. Sejak dini anak perlu dikenalkan dengan Al-Qur’an, masjid sebagai pusat ibadah, para ulama sebagai teladan, serta berbagai bacaan yang mampu membentuk akhlak Islami dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dihadiri oleh para orang tua santri yang mengikuti program pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi, terlihat dari perhatian mereka selama penyampaian materi maupun diskusi yang berlangsung setelahnya.

Muhammad Khaqim juga menekankan bahwa pendidikan agama tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan formal. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam akan lebih mudah tertanam apabila dibangun melalui pembiasaan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Sentuhan kasih sayang, komunikasi yang harmonis, serta keteladanan orang tua menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin menyadari pentingnya keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak. Dengan kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, pendidikan agama tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan hidup yang membentuk karakter Generasi Z yang religius, berintegritas, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini