PEKALONGAN — Penguatan literasi dan publikasi digital di lingkungan madrasah terus didorong oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diwujudkan melalui keterlibatan lima kader LTNNU sebagai narasumber dalam Pelatihan Jurnalistik bagi Guru dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Kelima kader tersebut adalah M. Syaikhul Alim, Ketua LTNNU Kabupaten Pekalongan; Khairul Anwar, Sekretaris LTNNU Kabupaten Pekalongan; serta Bagus Pamuji, M. Syaifuddin, dan Muslikhul Ibad, kader LTNNU Kabupaten Pekalongan. Alim dan Syaifuddin membawakan materi Dasar dan Etika Jurnalistik, Anwar dengan materi Teknik Reportase dan Penulisan Berita, sedangkan Ibad dan Bagus membawakan Teknik Fotografi dan Videografi Jurnalistik.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan tersebut diikuti oleh 107 perwakilan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pekalongan. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-97 LP Ma’arif NU sekaligus menjadi ruang peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam bidang jurnalistik dan publikasi digital.
Keterlibatan lima kader LTNNU tersebut memperlihatkan bahwa jurnalistik tidak hanya dipandang sebagai keterampilan menulis berita, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk membangun komunikasi publik lembaga pendidikan.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta didorong untuk mampu melihat kegiatan madrasah bukan sekadar sebagai aktivitas rutin, tetapi sebagai peristiwa yang memiliki nilai berita dan dapat menjadi bagian dari upaya membangun reputasi lembaga.
Ketua LTNNU Kabupaten Pekalongan, M. Syaikhul Alim, menyampaikan, bersama jajaran kader LTNNU hadir untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam dunia literasi, jurnalistik, serta publikasi media.
“Kehadiran para kader tersebut sekaligus menunjukkan bahwa LTNNU memiliki perhatian terhadap penguatan kapasitas warga NU dalam menghadapi perubahan ekosistem media yang semakin cepat.” ujar Alim.

Sekretaris LTNNU Kabupaten Pekalongan, Khairul Anwar, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Pengalamannya dalam dunia kepenulisan, jurnalistik, dan publikasi menjadi bagian dari pengetahuan yang dibagikan kepada para peserta.
Penguatan jurnalistik di lingkungan madrasah menurutnya dinilai semakin penting karena ruang komunikasi masyarakat kini banyak berpindah ke media digital. “Ketika informasi tentang madrasah tidak hadir di ruang tersebut, masyarakat berpotensi tidak mengetahui berbagai aktivitas dan prestasi yang sebenarnya telah dilakukan.” katanya.
Karena itu, publikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian dari strategi komunikasi lembaga pendidikan.
Namun, kemampuan memproduksi konten digital juga harus diimbangi dengan etika. Para peserta didorong agar tidak hanya mengejar informasi yang menarik, tetapi juga memastikan informasi yang dipublikasikan benar, berimbang, santun, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterlibatan LTNNU Kabupaten Pekalongan menjadi bagian dari proses kaderisasi. Pengetahuan jurnalistik tidak berhenti pada individu, tetapi ditularkan kepada lebih banyak kader dan komunitas pendidikan.
Sementara itu, bagi LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, pelatihan tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak “pewarta madrasah” yang mampu mengabadikan berbagai aktivitas positif di lembaganya.
Guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti pelatihan diharapkan tidak lagi kesulitan ketika harus menulis berita kegiatan, membuat narasi publikasi, mendokumentasikan prestasi, maupun mengelola informasi madrasah di media sosial.





