Beranda Berita Belajar Jurnalistik, Guru MI Makin Percaya Diri Publikasikan Keunggulan Madrasah

Belajar Jurnalistik, Guru MI Makin Percaya Diri Publikasikan Keunggulan Madrasah

0

PEKALONGAN – Pelatihan jurnalistik bagi guru dan tenaga kependidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pekalongan mendapat respons positif dari para peserta. Selain memperoleh keterampilan menulis berita, peserta mulai menyadari pentingnya narasi jurnalistik dalam memperkuat publikasi dan branding madrasah di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Ulita Dwi Budiatmi, S.Pd., guru MIA Coprayan, Buaran, yang mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Pekalongan di Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Ulita, selama ini dirinya lebih banyak menggunakan media sosial untuk mengunggah dokumentasi kegiatan madrasah tanpa disertai narasi yang memadai. Setelah mengikuti pelatihan, ia menyadari bahwa foto yang baik akan lebih bermakna ketika didukung tulisan jurnalistik yang mampu menjelaskan peristiwa secara menarik dan informatif.

“Selama ini saya hanya fokus upload foto tanpa narasi. Setelah ikut pelatihan jurnalistik, saya sadar bahwa foto tanpa narasi berita yang baik hasilnya kurang maksimal,” kata Ulita.

Ia mengaku materi yang diberikan selama pelatihan sangat membantu, terutama dalam memahami bagaimana membuat judul yang menarik serta menyusun lead berita yang mampu menggugah pembaca.

“Ilmu tentang cara membuat judul yang menarik dan lead berita yang kuat sangat membantu. Saya optimis medsos madrasah kami akan lebih aktif dan informatif. Terima kasih untuk panitia dan pemateri yang luar biasa,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti 107 peserta yang merupakan perwakilan guru dan tenaga kependidikan MI se-Kabupaten Pekalongan. Kegiatan menjadi ruang bagi para pendidik untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik sekaligus memperkuat kapasitas madrasah dalam mengelola informasi dan publikasi kegiatan secara lebih profesional.

Antusiasme serupa juga disampaikan Anisatul Qulub, S.Pd., delegasi dari MIS Sapugarut. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama dalam mengubah kegiatan sehari-hari di madrasah menjadi cerita yang menarik untuk diketahui masyarakat.

“Setelah mengikuti pelatihan jurnalistik untuk guru MI se-Kabupaten Pekalongan, kemarin ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan menyenangkan. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama tentang cara mengemas cerita dan kegiatan di madrasah menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca masyarakat umum,” ungkapnya.

Bagi Anisatul, kemampuan jurnalistik bukan sekadar keterampilan menulis. Lebih dari itu, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan berbagai potensi, prestasi, dan aktivitas positif yang berlangsung di lingkungan madrasah.

Ibu dua anak tersebut berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai materi di ruang pelatihan. Ia berkomitmen untuk menerapkannya dalam pengelolaan media sosial dan publikasi madrasah tempatnya mengabdi.

“Lewat pelatihan ini, saya makin menyadari betapa pentingnya peran tulisan dalam memperkenalkan keunggulan madrasah kita. Ke depannya, saya berharap semangat belajar ini tidak berhenti di sini. Semoga saya bisa berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan menulis agar bisa aktif membagikan kabar positif, prestasi siswa-siswi kami, dan berbagai kegiatan seru di sekolah,” tambahnya.

Pelatihan jurnalistik ini sekaligus menunjukkan bahwa publikasi madrasah tidak lagi cukup mengandalkan dokumentasi visual semata. Foto, video, dan berbagai aktivitas madrasah membutuhkan narasi yang kuat agar mampu menyampaikan pesan, membangun citra positif, sekaligus memperkenalkan keunggulan madrasah kepada masyarakat luas.

Dengan semakin banyak guru yang memiliki kemampuan jurnalistik, madrasah diharapkan tidak hanya aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, tetapi juga mampu menceritakan dan mendokumentasikan aktivitas tersebut secara menarik, informatif, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, kemampuan mengelola informasi menjadi bagian penting dari upaya membangun branding madrasah. Setiap prestasi siswa, kreativitas guru, kegiatan keagamaan, maupun program unggulan madrasah memiliki nilai berita yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dan masyarakat.

Pengirim: Mahrus
Editor: Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini