Pekalongan – Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Gender Mahasiswa (UKM SIGMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menunjukkan keberpihakan nyatanya terhadap isu keadilan dan perlindungan mahasiswa melalui kolaborasi dalam Seminar Nasional Anti Kekerasan Seksual yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) pada Sabtu, (19/4).
Seminar ini merupakan bagian dari agenda Pelantikan dan Rakerwil FORSIMA PAI Se-Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Student Centre UIN Gusdur Pekalongan. Dengan tema “Menciptakan Kampus Merdeka Bebas dari Kekerasan Seksual”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan advokasi yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam se-Jawa Tengah.
UKM SIGMA memperkenalkan program Ruang KONGSI (Konseling SIGMA) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam acara ini. Program tersebut mencakup layanan konseling sebaya, pendampingan psikososial, layanan aduan, bantuan hukum, layanan kesehatan fisik dan mental, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Selama kegiatan berlangsung, UKM SIGMA membuka stand informasi guna mensosialisasikan layanan ini secara langsung kepada peserta. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa dalam menciptakan ruang kampus yang aman dan suportif bagi semua.
Tiga narasumber dari berbagai latar belakang hadir memberikan perspektif dalam seminar ini, yakni Ibu Ningsih Fadhilah, M.Pd. (Kepala PSGA UIN Gusdur sekaligus anggota Aliansi Perguruan Tinggi Responsif Gender se-Indonesia), H. Abdul Hamid, M.Pd. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), serta Ilham Fathu Rohman (Duta Genre Indonesia 2024). Ketiganya menyampaikan pandangan dari perspektif akademik, legislatif, dan gerakan pemuda.
UKM SIGMA meyakini bahwa perjuangan menciptakan kampus bebas kekerasan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas organisasi mahasiswa menjadi langkah penting untuk membangun budaya saling mendampingi dan memperjuangkan keadilan secara kolektif.
Pengirim: Mazda Ghazali Hidayat (Ghazali) – Pengurus UKM SIGMA
Editor: K. Anwar





