Beranda Opini Antara Halusinasi dan Hakikat Ghaib: Penampakan dalam Perspektif Agama Dan Sains

Antara Halusinasi dan Hakikat Ghaib: Penampakan dalam Perspektif Agama Dan Sains

0
sumber foto: pexels.com

Oleh: Surya Bagus Pratama

Pernah nggak sih kamu merinding sendiri pas lihat rumah kosong? Atau tiba-tiba melihat bayangan aneh di ujung lorong? Atau bahkan merasa diawasi waktu di rumah sendirian? Nggak heran si, sejak kecil kita dikasih cerita itu sampe kadang bingung mana yang beneran terjadi, mana yang cuma khayalan kita doang.

Penampakan merupakan sesuatu yang sering kita dengar. Kita semua tahu banyak sekali cerita tentang arwah berkeliaran, jin, atau lainya yang ada dalam berbagai budaya, agama, dan film. Hal tersebut semakin memperkuat keyakinan banyak orang tentang keberadaan makhluk tersebut. Akan tetapi dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat, banyak orang mulai mengaitkan fenomena ini dengan kondisi psikologis. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan lebih dalam tentang penampakan, baik agama maupun sebagai halusinasi dalam dunia sains.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 2-3, Allah SWT berfirman:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya;(ia merupakan) petunjuk bagi orang yang bertakwa, (Yaitu) orang-orang yang beriman pada yang ghaib, menegakkan salat, dan menginfakkan Sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka”.

Kemudian surat Al-Araf ayat 27, “Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian mereka berdua. Sesungguhnya ia (syaitan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan itu (sebagai) penolong bagi orang-orang yang tidak beriman”.

Dari kedua ayat tersebut dijelaskan bahwa keimanan terhadap yang tidak terlihat oleh pancaindra merupakan salah satu karakter utama orang yang bertakwa. Dalam hal ini, makhluk ghaib yang mencangkup malaikat, jin, serta berbagai perkara tak kasat mata lainya, seperti hari kiamat dan kehidupan setelah kematian (Orcihida Handyana Firdausi Nuzula, et al., 2024:121-122). Tentu saja keberadaan jin yang merupakan makhluk ciptaan Allah telah hidup berdampingan dengan manusia tetapi dengan alam yang berbeda.

Menurut Ibnu Abbas, jin adalah makhluk yang tinggal dibumi, sedangkan malaikat adalah makhluk yang mendiami langit. Kedua jenis makhluk berperan dalam memakmurkan tempat tinggal mereka masing-masing. Setiap lapisan langit dihuni oleh malaikat yang senantiasa melaksanakan Shalat, bertasbih, dan berdoa kepada Allah. Dengan demikian, jin dikenal sebagai penghuni bumi, sementara malaikat merupakan penghuni langit (Rismawati Hikmawati & Muhammad Saputra,2019:138).

Di sisi lain terdapat perkembangan sains yang memandang penampakan berdasakan logika dan penelitian. Sains menjelaskan penampakan dengan melihat bagaimana  kerja otak manusia. Sains menyebutkan bahwa penampakan disebut halusinasi. Direja mengatakan bahwa halusinasi adalah tanda gangguan jiwa, di mana individu mengalami perubahan persepsi sensorik. Yang ditandai dengan sensasi palsu seperti mendengar suara, melihat, mencium, atau merasakan yang tidak ada rangsangan nyata dari luar (Novriadi Novriadi, 2024:91).

Kemudian menurut Frensh, ada berbagai faktor yang dapat menjelaskan mengapa seseorang merasa melihat hantu. Hal tersebut bisa disebabkan oleh halusinasi atau kesan seakan-akan kita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, pareidolia seperti kecenderungan otak untuk mengenali bentuk seperti wajah pada objek mati atau pola acak. Ia juga menekankan bahwa ingatan manusia tidak selalu akurat, bahkan sering kali salah atau terdistorsi (Kholida Quthrunnada, 2024: Begini Sains Menjelaskan Hantu, Bisa Dirasakan dan Dibayangkan).

Cerita tentang penampakan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan masyarakat. Dalam Islam sendiri percaya pada yang ghaib seperti jin, malaikat, dan alam setelah kematian adalah pondasi keyakinan yang tak bisa ditawar. Di mana Al-Quran dengan menyebutkan mereka seperti yang sudah diterangkan oleh Surah Al-Baqarah ayat 3. Dimana orang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada yang ghaib. Adapun  Al-Araf ayat 27 yang mengingatkan bahwa setan bisa melihat kita dari dimensi yang tidak kita sadari.

Sementara itu, dari sudut pandang sains modern menganggap bahwa fenomena penampakan lebih sering dijelaskan sebagai bentuk halusinasi. Ilmu psikologi menyatakan bahwa penampakan tersebut merupakan hasil dari persepsi manusia itu sendiri. Yang mana hal ini dapat terjadi karena stres, trauma, atau gangguan mental. Selain itu, fenomena seperti pareidoli dan distorsi ingatan turut memperkuat penjelasan ilmiah mengenai mengapa seseorang bisa merasakan kehadiran makhluk ghaib.

Dengan demikian penampakan makhluk ghaib dapat kita lihat dari dua sisi yang saling melengkapi. Di mana dari perspektif agama, penampakan merupakan bagian dari eksistensi makhluk ghaib yang keberadaanya wajib diyakini oleh orang yang beriman. Sementara itu, dari sudut pandang sains fenomena ini merupakan respons sistem saraf dan persepsi manusia. Yang mana keduanya memberi pemahaman yang saling melengkapi mengenai misteri yang telah lama menjadi bagian dari pengalaman manusia. Wallahua’lam bisshowab

Referensi

Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama.

Kholida Quthrunnada, (2024), Begini Sains Menjelaskan Hantu, Bisa Dirasakan dan Dibayangkan, Jakarta: Detikedu.

Novriadi Novriadi, (2024), Halusinasi Terhadap Hantu Dalam Karya Lukis Surealisme, Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain, Dan Media, Vol. 3, No. 1.

Orchida Hadyana Firdausi Nuzula, Muhammad Nizarul ‘Alim, Moh. Syafiq Qolbil Auliya, Imamul Mutaqin, (2024), Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Terhadap Penguatan Iman Kepada Makhluk Ghaib Dalam Prespektif Pendidikan Agama Islam. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, Vol. 8, No. 12.

Rismawati Hikmawati, Muhammad Saputra, (2019), Manidestasi Keimanan Akan Makhluk Ghaib (Jin) Dalam Kehidupan Beragama Umat Islam, Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, Vol. 4, No. 2, 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini