Beranda Opini Gadget dan Anak Usia Dini: Kenalkan atau Hindarkan?

Gadget dan Anak Usia Dini: Kenalkan atau Hindarkan?

0
foto: suara.com

Oleh: Arlinda Ayu Diah Arfani

Hai sob, di era yang serba serbi teknologi ini mesti bingung kan mau memperkenalkan anak dengan salah satu teknologi yaitu gadget. Siapa si yang nggak kenal gadget? Ya generasi millennial pasti tau kan? Dulu gadget merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi atau bertukar informasi, seiring dengan perkembangan zaman yang begitu melesat, kini gadget digunakan bukan hanya untuk komunikasi melainkan untuk sarana berjualan, bekerja, bermain game bahkan juga untuk pendidikan. 

Kini, gadget menjadi salah satu benda yang tentunya tidak dapat dipisahkan dari aktivitas anak. Kok bisa? ya, karena berbagai fitur atau platform yang ditawarkan dalam gadget dapat mempermudah urusan bahkan membuat gembira lantaran ribuan jenis game, video lucu ataupun musik dan fitur yang menyenangkan. Oleh karenanya, dimanapun anak pergi gadget melekat dan selalu dibawa oleh mereka.

Lantas anak usia dini harus dikenalkan atau dihindarkan?

Sebelum masuk pada pembahasan, yuk kenali siapa si anak usia dini itu?

Menurut pendapat beberapa banyak ahli mengatakan bahwa anak usia dini merupakan anak dengan kategori usia 0-8 Tahun (Solehuddin, 1997:24), sementara Hurlock mengemukakan 2-6 tahun (Hurlock, 1999:261), sementara menurut NAEYC (National Association for The Education for Young Children) berpendapat bahwa dikatakan anak usia dini jika pada rentang usia 0-8 tahun. 

Pada rentang masa usia tersebut disebut juga masa golden age oleh sebabnya perlu distimulun berbagai perkembangan yang ada dan anak masa usia tersebut sangat unik dan punya rasa keingintahuannya yang sangat besar.

Berkaitan dengan gadget tentunya gadget boleh diperkenalkan kepada anak asalkan tidak berlebihan juga tidak begitu jauh mengenalnya. Ini mengingat selain mempunyai manfaat, di dalam gadget juga bisa menimbulkan banyak mudharatnya yang tentunya bisa mengganggu perkembangan intelektual anak, perkembangan bahasa, emosional, perkembangan sosial dan juga perkembangan spiritualnya. Apalagi jika anak sudah kecanduan, maka akan menjadi sulit diatasi lantaran gadget sudah menjadi kawannya.

Sobat, kamu tak perlu risau berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan ini.

1. Berikanlah perhatian pada anak. Perhatian yang dimaksud ialah meluangkan waktu untuk anak, sebab ketika anak mendapatkan perhatian dan waktu dari orangtua, maka akan lebih banyak bermain dengannya. 

2. Beri batasan waktu saat bermain gadget. Tips yang satu ini perlu dilakukan perjanjian sejak awal bersama anak. Contohnya dalam satu hari anak hanya diperbolehkan bermain game satu jam dan selepas itu gadget disimpan. Jika anak mau mematuhi aturan berilah reward Dan jika anak tidak mau mematuhi berilah punishment yang mendidik anak.

3. Berikan APE (Alat Permainan Edukatif). APE ini sangat penting untuk masa golden age anak, sebab dapat membantu/ menstimulasi perkembangan anak, baik perkembangan sosial, emosi,  bahasa dan yang lainnya.

4. Kenalkan anak pada kegiatan yang positif. Banyak sekali kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh anak, misalnya bermain sepak bola dengan anak, mengikuti kegiatan yang mengasah minat bakat anak.

5. Batasi platform dan jaringan internet pada gadget. Biasanya anak senang dengan video ataupun musik dan game yang menyenangkan. Salah satu platform yang paling banyak digunakan anak ialah YouTube. Nah, sobat bisa menggunakan YouTube khusus untuk anak dan juga membatasi jaringan internet. Ini mengingat agar anak tidak mudah mengakses dan tidak terlalu jauh mengetahui tentang gadget. Apalagi dunia internet sekarang banyak sekali iklan atau konten negatif yang bermunculan meskipun kita tidak sengaja mencarinya.

*penulis merupakan Mahasiswa Magister PAI UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini