Desa Karangjompo memiliki potensi yang diunggulkan termasuk budidaya rempah pada Dusun Dampyak. Rempah Pekalongan yang paling khas sebetulnya adalah Kopi Rempah yang sangat khas, akan tetapi kenyataan lain rempah Pekalongan juga unggul pada sereh dan jahe merah.
Dalam upaya menindaklanjuti Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 1 Tahun 2022 tentang pencegahan penyakit dan penanggulangannya, upaya mewujudkannya dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan berhasil menggerakan Ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Karangjompo untuk berdaya membiasakan minum rempah yang ada di Karangjompo untuk menjaga stamina, menjaga kekebalan tubuh, dan mencegah anemia. Sejalan dengan fungsinya, dapat menurunkan atau meminimalisir stunting pada Ibu – Ibu muda.
Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat Desa Karangjompo dilaksanaakan tertanggal 2 Agustus 2024 yang melibatkan 40 orang didalamnya. Berlangsungnya kegiatan, disambut meriah oleh ketua PKK Desa Karangjompo Ibu Rofiqoh. “Saya sangat antusias dan berharap Ibu- Ibu yang hadir bisa mendapat pengetahuan untuk mepraktekannya secara langsung.” Ujarnya.
Selanjutnya, penyampaian materi disampaikan langsung oleh Saudari Natalia Citra Kumala selaku mahasiswa TIM II KKN UNDIP Desa Karangjompo. Pada Tahap Demonstrasi, menampilkan langkah – langkah pemotongan hingga penjemuran, sedangkan untuk hasilnya diberikan kepada tiap peserta yang hadir. Terakhir diakhiri dengan tanya- jawab dan dokumentasi.
“Buat Ibu – Ibu dan Ibu hamil, bisa ini minum minuman herbal dari budidaya yang kita miliki. Jadi pencegahan bisa dilakukan sadari sekarang,” kata Ibu Anita.
Natalia berharap program ini dapat menjadi langkah pertama untuk memutus penyakit karena bencana alam (Banjir Rob) maupun Anemia indikasi penyebab stunting bisa terputus secara alami tanpa obat.
Penulis : Natalia Citra Kumala, Program Studi S-1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Nenik Woyanti, S.E., M.Si.





