Pekalongan – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan “Mitigasi Bencana Terhadap Dampak Perubahan Iklim” bertempat di Ekowisata Mangrove Mulyoasri, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Ahad (18/8/2024).
Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudori dalam sambutannya menyampaikan, menjaga lingkungan merupakan bentuk tanggungjawab kita selaku jam’iyah NU, selaku organisasi yang tidak hanya mengurusi urusan-urusan keakhiratan, tapi lebih penting lagi juga NU mau tidak mau harus mengurusi yang sifatnya keduniawian.
“Sebagaimana yang sering kita lafalkan dalam doa “fiddunya hasanah, wafil akhiroti khasanah,”ujarnya.
Disampaikan, dunia adalah jembatan kita untuk memasuki alam akhirat. Dunia harus menjadi sarana untuk bisa hidup bahagia di akhirat. Maka kebahagiaan di dunia adalah salah satu hal yang sangat penting. Kebahagiaan di dunia bukan sekedar untuk berfoya-foya. Tapi kebahagiaan di dunia juga untuk bekal di akhirat nanti.
“Kita sebagai warga NU tentu terpanggil dan harus terpanggil manakala ada lingkungan kita yang semestinya tidak dialami masyarakat. Di satu sisi ada masyarakat yang damai hidup bahagia ramah lingkungan dan sebagainya. Disisi lain ada alam yang tidak ramah. Tapi bukan berarti kita harus mengeluh. Ini bagian dari tantangan dan ranah kita untuk berjuang,”imbuhnya.
Kiai Muslih juga mengajak segenap masyarakat Nahdliyyin untuk ikut berjuang merawat dan melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Sebab, menurutnya, bagaimanapun manusia dan alam adalah sebuah hal yang akan selalu beriringan.

Ketua LPBI NU Kabupaten Pekalongan Eko Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dimulai dengan penanaman mangrove, lalu dilanjutkan dengan diskusi mitigasi dan adaptasi bencana terhadap dampak perubahan iklim.
“Hari ini agendanya adalah apel kesiapsiagaan bencana yang diikuti relawan LPBI se-Kabupaten Pekalongan, serta penanaman 3000 bibit pohon mangrove, dan diskusi dengan tema upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim berbasis pendekatan masyarakat dan lingkungan di kawasan pesisir,”ucapnya.
Pada acara ini, KH Muslikh Khudori sebagai keynote speaker menyampaikan materi perspektif fikih Islam tentang bencana, Eko Prastyo menyampaikan materi bencana dan perubahan iklim dalam perspektif NU, serta M. Nizar, aktivis kebencanaan mengisi materi mitigasi dan adaptasi terhadap bencana dan dampak perubahan iklim.
Turut hadir pada acara ini yaitu Ketua NU Peduli, H.Ahsin Hana, pengurus dan relawan LPBI dari LPBI MWCNU se- Kabupaten Pekalongan, LPPNU, LTNNU, RMINU, LP. Maarif NU, Lesbumi, Lakpesdam, serta Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Tirto.





