Beranda Opini Belajar Lewat Konten Lebih Menarik Daripada Lewat Guru

Belajar Lewat Konten Lebih Menarik Daripada Lewat Guru

0
sumber foto: Halo Indonesia

Oleh: Risma Ayuning Asti*

Perubahan merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Begitupun di masa depan, cara anak-anak belajar dan cara guru mengajar akan mengalami perubahan.

Oleh karena itu, kesiapan guru menghadapi era digital di dunia pendidikan sangat diperlukan. Supaya guru siap memanfaatkan teknologi digital sebagai platform utama dalam pembelajaran. Untuk itu sangat diperlukan edukasi dan sosialisasi literasi digital.

Jika guru masih menggunakan metode lama yang tidak sesuai dengan generasi saat ini, maka anak-anak akan merasa cepat bosan dan tidak tertarik pada mata pelajaran yang disajikan oleh guru. Untuk bisa memastikan anak-anak bisa menyerap informasi yang disampaikan, para guru perlu memperluas wawasannya dengan metode-metode yang lebih menarik, dengan memanfaatkan platform digital dan konten yang menarik. Ini akan jadi daya pikat tersendiri bagi anak-anak dalam proses pembelajaran.

Untuk menghadapi tantangan ini, ada beberapa tips dari saya agar anak-anak tertarik dengan Belajar :

  1. Sebelum masuk materi afirmasi dahulu. Tanya kabar, tanya keadaan, ambil hati anak-anak.
  2. Siapkan media pembelajaran yang kreatif. Cari video-video pembelajaran yang durasinya pendek.
  3. Selingi dengan games atau ice breaking
  4. Beri anak-anak pujian kalo mereka melakukan kebaikan.
  5. Ikuti perkembangan zaman. Terus belajar hal-hal baru. Ingat! Jangan bayangkan anak-anak kita seperti kita dulu, mereka hidup pada dunianya, karena zaman itu berubah.
  6. Always Connected, Upgrade Skill and Collaboration.
  7. Terus nasehati anak-anak. Berikan edukasi digital, arahkan anak-anak menonton tontonan berfaedah.

Digital mindset pada guru harus dikembangkan. Guru-guru harus berpikir bahwa dengan adanya teknologi ini bisa memudahkan anak-anak dalam belajar dan mengakses informasi. Dulu, pengetahuan hanya bisa didapat melalui ceramah dari guru, tapi sekarang pengetahuan bisa diakses dengan mudah melalui media sosial.

Guru-guru harus memenuhi ruang media sosial dengan ilmu atau pengetahuan, agar konten-konten yang unfaedah seperti pamer kekayaan, pamer jabatan, pamer barang baru tidak memenuhi otak anak-anak kita. Karena apa yang kita masukan kedalam pikiran maka itu yang akan kita keluarkan. Kalo pikiran kita diisi oleh informasi-informasi sampah, maka yang akan kita keluarkan adalah sampah juga. Begitupun sebaliknya, kalau yang kita masukan adalah ilmu maka yang keluar dari kita adalah hikmah.

Mari penuhi platform media sosial dengan informasi yang berfaedah.

*penulis merupakan mahasiswa program studi PAI pascasarjana UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini