Semarang — Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah VI menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Publikasi Artikel Ilmiah bagi Dosen LLDIKTI Wilayah VI, Rabu (3/6/2026) di Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 dosen terpilih dari perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI sebagai upaya memperkuat kompetensi menulis artikel ilmiah, memilih jurnal bereputasi, meningkatkan kualitas publikasi, serta membangun rekam jejak akademik melalui sitasi dan H-indeks Scopus.
Kegiatan ini menjadi penting mengingat LLDIKTI Wilayah VI memiliki cakupan layanan yang luas, yaitu 214 perguruan tinggi yang tersebar di 29 kabupaten dan 6 kota di Jawa Tengah. Berdasarkan Dashboard LLDIKTI Wilayah VI, jumlah dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI tercatat sebanyak 14.243 orang. Besarnya jumlah dosen tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas publikasi ilmiah yang terarah, berkelanjutan, dan berdampak pada peningkatan mutu akademik perguruan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari penguatan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, dosen perlu terus memperkuat budaya riset, kemampuan menulis akademik, dan kolaborasi agar karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi penguatan nyata bagi dosen untuk menghasilkan publikasi yang bukan hanya terbit, tetapi juga berkualitas, terbaca, tersitasi, dan memberi dampak bagi institusi maupun masyarakat,” ujar Prof. Aisyah.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Eko Handoyo, M.Si. dan Dina Nur Anggraini Ningrum, S.KM., M.Kes., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Eko menegaskan bahwa artikel ilmiah yang baik harus dibangun dari gagasan yang jelas, struktur yang kuat, argumentasi yang runtut, serta kontribusi keilmuan yang nyata. “Artikel ilmiah yang baik tidak hanya selesai ditulis. Artikel harus memiliki posisi keilmuan yang jelas, kontribusi yang kuat, dan nilai tambah bagi pembaca serta komunitas akademik,” terang Prof. Eko.
Sementara itu, Dina Nur Anggraini Ningrum, S.KM., M.Kes., Ph.D. memaparkan strategi publikasi dengan memanfaatkan data sekunder, data publik, dan kolaborasi riset. Ia menekankan bahwa keterbatasan dalam menulis artikel, penguasaan bahasa Inggris, pendanaan, maupun ketersediaan data dapat diatasi melalui kolaborasi lintas bidang, lintas institusi, dan lintas negara. “Kalau merasa belum kuat menulis, berkolaborasilah. Kalau belum kuat bahasa Inggris, manfaatkan alat bantu, cari mitra, dan gunakan proofreading. Kalau belum memiliki data primer, data sekunder dan data publik dapat menjadi peluang riset yang sangat kuat,” jelas Dina.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi menemukan topik riset, penyusunan artikel berbasis struktur ilmiah, pemanfaatan data sekunder, pemilihan jurnal yang aman dan sesuai scope, serta strategi meningkatkan sitasi secara etis. Peserta juga diingatkan untuk menghindari jurnal predator, jurnal discontinued, dan praktik publikasi yang tidak sesuai etika akademik.
Melalui pelatihan ini, UNNES dan LLDIKTI Wilayah VI berharap para peserta dapat menjadi penggerak budaya publikasi di perguruan tinggi masing-masing. Pelatihan ini tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah publikasi, tetapi juga mendorong lahirnya artikel ilmiah yang berkualitas, relevan, terindeks, tersitasi, dan memberi dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Pengirim: Ahmad Fajar Habibie
Editor: Anwar





