Beranda Berita Manusia Profesional, Manusia yang Miliki 4 Hal Ini

Manusia Profesional, Manusia yang Miliki 4 Hal Ini

0

Semarang – Manusia mempunyai kerangka hidup yaitu visi, misi dan value (nilai). Visi adalah arah misi tujuan atau sesuatu yang diemban atau amanah dan value adalah hasil dari visi misi. Dengan berpedoman Al-Qur’an Familla menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi dan dalam hadis disampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain.

“Yang harus dimiliki untuk menjadi manusia yang profesional yang pertama adalah kebebasan, karena apabila tidak ada kebebasan akan ada kendala. Kemudian keberanian, kejujuran dan ilmu pengetahuan. Sociopreneur adalah gabungan dari sosial dan entrepreneur, manusia sebagai makhluk sosial dan wirausaha,”terangnya.

Hal itu disampaikan oleh alumni Kuliah Alternatif ke-6, Familla Dwi Ningsih, pada acara Kulia Alternatif ke-9 Griya Peradaban dengan tema “Professional and Social Network” melalui Zoom Meeting pada Sabtu (25/01/2025)

Ditambahkan, sociopreneur adalah kegiatan bisnis untuk kepentingan bersama. Jadi bukan hanya mengumpulkan dana kemudian dibagi-bagikan. Outputnya untuk menyelesaikan masalah sosial. Jaringan dan organisasi adalah jembatan untuk menuju sociopreneur. 

“Saya berjejaring di bidang pertanian, sering berkegiatan dengan para petani. Adik-adik semua kalau ada pelatihan-pelatihan itu jangan sungkan-sungkan, ikuti semua baik yang gratis maupun yang berbayar. Kuliah Alternatif ini salah satu membangun jejaring sosial,” Jelasnya

Ubbadul Adzkiya dari ELSA Semarang selaku pemateri kedua menyampaikan, membangun jejaring itu butuh waktu yang lama, untuk membangun interaksi dan komunikasi butuh waktu lama. Ketika berorganisasi tidak langsung merasakan hasilnya tapi bisa jadi sepuluh atau duapuluh tahun kedepan baru terasa rewardnya.

“Percaya atau tidak Indonesia merupakan netizen yang kurang sopan. Contohnya ketika Indonesia di curangi wasit dalam pertandingan sepak bola yang lalu banyak yang berkomentar negatif, banyak yang menghardik. Dalam bermedia sosial kurangi curhatan dan komentar-komentar negatif. Karena untuk prospek ke depan. Seemosi apapun jaga jangan sampai berkomentar negatif. Karena attitude kita dinilai,” ujarnya.

Di sampaikan juga, menurutnya yang paling penting menjadikan kesuksesan adalah kompetensi atau skill. Dilihat dari lembaga profesional yang menjadi jaminan adalah bisa apa, bukan dari ijazah apa. 

“Mulai lah untuk mengasah kemampuan kita, membangun jejaring sosial. Jejaring sosial bisa terbangun ketika ada rasa saling percaya dan saling menguntungkan,”tutupnya.

Kegiatan ini merupakan sesi ke-3 dari Kuliah Alternatif ke 9, diikuti oleh para pegiat Griya Peradaban dan peserta Kuliah Alternatif angkatan 9.

Pengirim: Khayatun Nufus
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini