Pekalongan – Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) Fakultas Hukum Universitas Pekalongan (UNIKAL) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan isu-isu sosial melalui kegiatan LKM Mengajar 2025. Dengan tema “Media Sosial dan Bullying: Ramah di Dunia Nyata, Santun di Dunia Maya – Stop Bullying, Ayo Berteman”, kegiatan ini terselenggara pada Kamis (25/9/2025) bertempat di Sekolah Luar Biasa (SLB) PRI, Banyurip Alit, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.
Ketua LKM FH UNIKAL, Mahfud Alvi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan LKM Mengajar bukan sekadar agenda rutin, melainkan kesempatan untuk berbagi ilmu dan energi positif. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, adik-adik di SLB PRI bisa lebih memahami pentingnya ramah di dunia nyata dan santun di dunia maya. Stop bullying, mari kita semua menjadi teman bagi siapa pun,” ujarnya.
Disampaikan, acara ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran tentang bahaya bullying, baik di dunia nyata maupun dunia maya, serta mempromosikan pentingnya persahabatan dan sikap saling menghargai. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LKM dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya bagi para siswa-siswi berkebutuhan khusus di SLB PRI,”imbuhnya.
Kepala Sekolah SLB PRI Pekalongan juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh LKM UNIKAL. Ia berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan. “Terima kasih atas kehadiran LKM UNIKAL. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak kami tentang isu bullying yang semakin marak di era digital ini,” ucapnya.
Pada kegiatan ini, para anggota LKM UNIKAL berinteraksi langsung dengan para siswa melalui berbagai sesi edukatif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi tentang media sosial dan etika dalam berinteraksi online. Menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang mudah dipahami, para anggota LKM menjelaskan bagaimana cara menggunakan media sosial secara bijak, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), dan menjaga privasi diri.
Selanjutnya, sesi inti tentang bullying menjadi fokus utama. Melalui cerita, permainan peran, dan diskusi kelompok, siswa-siswi diajak untuk memahami apa itu bullying, jenis-jenisnya, serta dampak negatif yang ditimbulkan. Mereka juga diajarkan cara menghadapi situasi bullying dan pentingnya berani melaporkan jika menjadi korban atau menyaksikan tindakan tersebut. Para siswa dengan antusias mengikuti setiap sesi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu mereka.
Selain materi edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai permainan kreatif dan sesi seni. Sesi mewarnai dan membuat kerajinan tangan bersama menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan mempererat kebersamaan. Tawa dan keceriaan memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Puncak acara ditutup dengan pertunjukan musik sederhana dan sesi foto bersama, mengabadikan momen berharga yang penuh makna.
Pengirim Berita: Aditya firmaniar
Editor: K. Anwar





