Beranda Berita Seminar Nasional di UIN Gus Dur Bahas Transformasi Digital untuk Ekonomi Syariah...

Seminar Nasional di UIN Gus Dur Bahas Transformasi Digital untuk Ekonomi Syariah Berkelanjutan

0

Pekalongan – Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Inovasi dan Transformasi Digital untuk Penguatan Ekonomi Syariah Berkelanjutan” pada Rabu (22/7/2026) bertempat di Ruang Aula Gedung Pascasarjana UIN Gus Dur, diikuti para praktisi ekonomi, praktisi perbankan, akademisi, dan mahasiswa. 

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Subagyo, S.E., M.M., CRBD., CDMP., CSA., CRP., Wakil Rektor III IKOPIN University, sebagai narasumber utama, serta dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. Ade Dedi Rohayana, M.Ag.

Dalam sambutannya, Prof. Ade Dedi Rohayana menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi keniscayaan dalam pengembangan ekonomi syariah. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi digital, tetapi juga memiliki fondasi nilai-nilai syariah yang kuat. 

“Semoga seminar nasional ini mampu menjadi ruang akademik untuk mempertemukan gagasan, riset, dan pengalaman praktis sehingga lahir inovasi yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah Indonesia secara berkelanjutan.” ucapnya.

Pada sesi utama, Prof. Ahmad Subagyo memaparkan bahwa ekonomi syariah Indonesia sedang berada pada momentum yang sangat menjanjikan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. 

“Tingginya penetrasi internet, pertumbuhan ekonomi digital nasional, serta meningkatnya pengguna fintech syariah menunjukkan bahwa digitalisasi telah membuka peluang baru bagi perbankan syariah, koperasi syariah, BMT, maupun pelaku UMKM halal. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat utama untuk meningkatkan daya saing ekonomi syariah di masa depan.” Jelasnya.

Prof. Ahmad juga mengulas berbagai dinamika yang membentuk lanskap ekonomi syariah digital saat ini, mulai dari karakter generasi digital (Gen Z dan Gen Alpha), bonus demografi, perubahan perilaku konsumen menuju layanan digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), meningkatnya biaya logistik, hingga tumbuhnya fintech sebagai alternatif pembiayaan bagi UMKM. 

“Seluruh perubahan tersebut menuntut pelaku ekonomi syariah untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peluang bisnis ekonomi syariah dalam lima tahun ke depan akan semakin terbuka lebar. Sektor fintech syariah, digitalisasi UMKM halal, modernisasi koperasi syariah dan BMT, serta penguatan talenta digital diproyeksikan menjadi pilar utama pertumbuhan. “Namun demikian, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu meningkatkan literasi digital, kompetensi teknologi finansial, dan kemampuan beradaptasi terhadap kebijakan ekonomi digital yang terus berkembang.” katanya.

Prof. Ahmad turut menawarkan lima strategi utama untuk memperkuat ekonomi syariah, yakni digitalisasi layanan inti, penguatan kemitraan dengan fintech syariah, pemanfaatan konsep Halal-as-a-Service, penerapan Artificial Intelligence secara bertanggung jawab sesuai prinsip syariah, serta membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, lembaga keuangan syariah, koperasi, dan pelaku usaha. 

“Penting sekali peningkatan kompetensi di bidang literasi data, digital marketing syariah, manajemen risiko digital, pengembangan produk fintech, hingga pemahaman terhadap maqashid syariah sebagai landasan etis dalam setiap inovasi digital.” tuturnya.

Menutup pemaparannya, Prof. Ahmad Subagyo mengajak seluruh peserta seminar untuk tidak hanya menjadi penonton dalam era transformasi digital, tetapi mengambil peran aktif melalui riset, inovasi, digitalisasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor. Masa depan ekonomi syariah Indonesia, katanya, sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen mulai dari akademisi, praktisi, lembaga keuangan syariah, koperasi, dan UMKM halal, dalam membangun ekosistem digital yang inovatif, inklusif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai maqashid syariah.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. Ali Muhtarom, M.H.I., menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap dinamika perkembangan ekonomi syariah global.

“Melalui seminar ini, kami ingin memperkuat kapasitas akademik mahasiswa agar tidak hanya memiliki pemahaman konseptual tentang ekonomi syariah, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi digital, fintech syariah, dan kecerdasan buatan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai maqashid syariah. Harapannya, lulusan Magister Ekonomi Syariah UIN Gus Dur dapat menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan inovasi sekaligus memberikan solusi bagi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Seminar nasional yang diikuti 100 peserta ini diharapkan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi dalam mendorong terwujudnya ekonomi syariah Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini