Karanganyar – Upaya memperkuat keterampilan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Salah satunya melalui program IBU CUANTIK (Cuan Bersama Kreativitas) yang diselenggarakan Divisi Eksternal LPDP UNS (Universitas Sebelas Maret) bersama Kader Posyandu Kenanga, Sanggrahan, Wonorejo, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 40 kader mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bagi para kader untuk mengenal keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif di lingkungan masyarakat.
Narasumber kegiatan, Nur Hasanah, S.Pd., M.Sc., memberikan pemaparan mengenai lilin aromaterapi, mulai dari kegunaan, keunggulan, bahan yang diperlukan, hingga peluang pengembangannya sebagai produk kreatif.
Menurut Nur Hasanah, keterampilan membuat produk tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan barang, tetapi dapat menjadi awal untuk menumbuhkan keberanian dalam mengembangkan kreativitas.
“Yang penting bukan hanya bisa membuat lilin aromaterapi, tetapi bagaimana ibu-ibu mulai melihat bahwa keterampilan sederhana juga bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,”jelas Nur Hasanah.
Setelah pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Para kader belajar mengenali bahan, mengikuti tahapan pengolahan, hingga menghasilkan produk yang dapat digunakan secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga dapat bertanya dan mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan. Praktik ini menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teori.
Nur Hasanah menambahkan bahwa pengembangan produk kreatif membutuhkan proses. Setelah memahami teknik dasarnya, peserta dapat mencoba mengembangkan bentuk, aroma, kemasan, maupun strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan.
“Setelah tahu cara membuatnya, masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Misalnya dari sisi kemasan, pilihan aroma, bentuk produk, sampai bagaimana mengenalkannya kepada calon pembeli,” tambahnya.
Program IBU CUANTIK membawa semangat “Cuan Bersama Kreativitas”, dengan mendorong kreativitas masyarakat agar tidak hanya menjadi kegiatan pengisi waktu, tetapi juga dapat berkembang menjadi keterampilan produktif.
Bagi Kader Posyandu Kenanga, kegiatan ini memberikan pengalaman baru di luar aktivitas pelayanan Posyandu. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dipraktikkan kembali secara mandiri dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan berbagai produk kreatif lainnya.
Melalui kegiatan ini, Divisi Eksternal LPDP UNS berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mencoba, berkarya, dan melihat peluang dari keterampilan yang mereka miliki.
IBU CUANTIK menjadi salah satu bentuk bahwa pemberdayaan dapat dimulai dari hal sederhana: belajar membuat sesuatu, mencoba bersama, kemudian melihat kemungkinan untuk mengembangkannya menjadi kegiatan yang lebih produktif.
Pengirim: Bahri
Editor: Khairul Anwar





