PEKALONGAN – UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PORSI JAWARA) II Tahun 2026. Ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari 18 PTKIN se-Jawa dan Madura berlangsung pada Rabu – Ahad (9-13/9/2026).
Pembukaan PORSI JAWARA II digelar pada Rabu malam, 9 September 2026, di Gedung Student Centre UIN Gus Dur Pekalongan. Rangkaian acara diawali dengan parade kontingen, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars UIN Gus Dur, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, janji atlet dan wasit/juri, laporan dan sambutan dari Rektor UIN Gus Dur, Plt Bupati Pekalongan, serta Dirjen Pendidikan Islam yang sekaligus membuka secara resmi PORSI JAWARA II Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Pd., menegaskan pentingnya pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa PTKIN harus menjadi generasi yang memiliki berbagai kemampuan dan tidak hanya mengandalkan satu bidang keahlian.
Amin Suyitno menilai bahwa PORSI JAWARA menjadi bukti bahwa PTKIN memiliki perhatian terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam berbagai bidang. Mahasiswa tidak hanya diberikan ruang untuk berkembang dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga olahraga, seni, serta bidang ilmiah lainnya.
“Mahasiswa PTKIN harus menjadi generasi yang multitalenta. Ada yang hebat di bidang olahraga, tetapi belum tentu memiliki kemampuan yang baik dalam membaca Al-Qur’an. Sebaliknya, ada yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca Al-Qur’an, tetapi mungkin belum berkembang di bidang olahraga. Karena itu, mahasiswa harus terus mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya,” ujarnya.
Mahasiswa PTKIN lanjutnya, merupakan generasi yang beruntung karena berada dalam lingkungan pendidikan yang memberikan ruang luas bagi tumbuh dan berkembangnya minat serta bakat.
Kampus, kata Amin Suyitno, tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan di ruang kelas. “Perguruan tinggi juga harus hadir sebagai ruang pengembangan diri, tempat mahasiswa menemukan, melatih, dan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimilikinya.” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan kehidupan di masa depan semakin kompleks. Memiliki satu kemampuan saja tidak lagi cukup untuk menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat.
“Di masa depan, satu talenta saja tidak cukup. Kita membutuhkan generasi yang mampu mengembangkan berbagai kompetensi. Mahasiswa harus memiliki kemampuan akademik, karakter, keterampilan, kemampuan sosial, dan talenta-talenta lainnya. Sebab masa depan membutuhkan manusia yang adaptif dan memiliki banyak kemampuan,” tegas Amin Suyitno.
Sementara itu, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi kepada UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atas keberaniannya mengambil peran sebagai tuan rumah PORSI JAWARA II Tahun 2026.
Menurutnya, menjadi tuan rumah sebuah kegiatan besar yang diikuti oleh kontingen dari berbagai PTKIN bukan hanya membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga keberanian serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
“Kami memberikan apresiasi kepada UIN Gus Dur yang telah berani mengambil peran besar sebagai tuan rumah PORSI JAWARA II. Ini bukan hanya sebuah kegiatan olahraga, seni, dan ilmiah, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi masyarakat Pekalongan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran ribuan mahasiswa, atlet, official, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Warung-warung makan, pelaku UMKM, pedagang kecil, sektor transportasi, penginapan, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya memiliki peluang untuk memperoleh dampak positif dari meningkatnya aktivitas dan mobilitas peserta selama PORSI JAWARA berlangsung.” Terangnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan seluruh masyarakat, H. Sukirman juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen dan peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Selamat datang di Kabupaten Pekalongan. Kami berharap seluruh peserta dapat menikmati suasana Pekalongan, mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, sekaligus membawa pulang pengalaman dan kenangan yang baik dari daerah kami,” tuturnya.
Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menegaskan bahwa PORSI JAWARA bukan hanya ajang untuk memperebutkan kemenangan dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk membangun karakter mahasiswa melalui kompetisi yang sehat, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“PORSI JAWARA harus menjadi ajang kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi memang penting, tetapi karakter, kejujuran, persaudaraan, dan sikap saling menghormati jauh lebih penting untuk kita bangun bersama. Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi, namun nilai-nilai sportivitas harus tetap menjadi semangat utama setiap peserta,” tegas Prof. Zaenal.
Selama pelaksanaan PORSI JAWARA II, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang terbagi dalam bidang olahraga, seni, dan ilmiah, dengan jumlah 27 cabang. Cabang olahraga meliputi tenis meja, bulutangkis, catur, pencak silat, futsal, bola voli, e-sport, dan wall climbing. Sementara cabang seni mencakup MTQ, MHQ, kaligrafi, pop solo Islami, MSQ, film pendek, hingga da’i dan da’iyah.
Adapun bidang ilmiah menghadirkan berbagai kompetisi, di antaranya debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, debat konstitusi, LKTI, business plan, peradilan semu, MFQ, inovasi media pembelajaran, dan MQK.
PORSI JAWARA II dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026. Setelah seluruh rangkaian pertandingan dan perlombaan selesai, kegiatan akan ditutup melalui Closing Ceremony yang diisi dengan penayangan hasil lomba, awarding session, penyerahan bendera kepada tuan rumah berikutnya, serta sambutan penutupan oleh Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Pembukaan PORSI JAWARA II yang dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni juga dihadiri oleh Forum Wakil Rektor III PTKIN se-Jawa dan Madura, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., serta tamu undangan lainnya.





