Beranda Berita IPNU-IPPNU Wonokerto Batang Lepas 73 Santri ke Berbagai Pesantren

IPNU-IPPNU Wonokerto Batang Lepas 73 Santri ke Berbagai Pesantren

0

Batang – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang menggelar kegiatan Pelepasan Santri dan Halal bi Halal bertempat di Masjid At-taqwa Desa Wonokerto, Ahad (14/04/2024) dengan mengangkat tema ‘Memperkuat Peran Santri dalam Membangun Masyarakat yang Religius untuk Mendorong Pembangunan Berkelanjutan’.

Ketua PR IPPNU Wonokerto Lintang Fitriana menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mendoakan santri yang akan berangkat ke berbagai pondok pesantren agar diberikan kelancaran dalam mencari ilmu, keberkahan dan nantinya bisa kembali serta berkhidmat di kampung halaman.

“Ada 73 santriwan santriwati Desa Wonokerto yang akan mondok ke pesantren yang tersebar di Pulau Jawa diantaranya Pesantren Tremas Pacitan, Pesantren Al Mustafa Kendal, Pesantren Girikusumo Demak, Pesantren Al Hasyimi Pekalongan, Pesantren Tumiyang Banyumas dan lain sebagainya,”ujarnya.

Disampaikan, acara yang dipimpin Kiai Shobari ini juga sekaligus bertepatan dengan momen Halal bi Halal dengan menghadirkan pembicara Kiai Imam Mahmudi dari Talun, Kabupaten Pekalongan.

“Acaranya dikemas dengan pengajian umum, dengan dihadiri badan otonom NU Desa Wonokerto, pengurus Masjid At taqwa, ustadz ustadzah Desa Wonokerto dan paguyuban pengurus RT Desa Wonokerto,”imbuhnya.

Rais PRNU Wonokerto Ustadz Khadirin yang sekaligus wakil ketua pengurus Masjid At Taqwa, Senin (15/04), menyampaikan bahwa santri yang belajar di pondok pesantren harapannya punya ikatan batin yang kuat dengan kampung halaman.

“Sehingga setelah lulus nantinya bisa menjadi generasi yang bisa berkhidmat di kampung untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,”katanya.

Pengasuh Pesantren Dhiyaul Falah Wonokerto yang juga pengurus PRNU Wonokerto Kiai Faza mengatakan, acara ini penting karena santri adalah pembangunan spiritualitas pada diri anak.

“Doa adalah bagian dari tirakat yang harus dilakukan untuk itu, maka mendoakan santri adalah bagian dari membangun pertalian antara anak dan orang tua,”ucapnya.

Pengisi Mauidhoh Hasanah Kiai Imam Mahmudi menyampaikan bahwa santri dan orang tua harus banyak tirakat dan Khidmah kepada guru.

“Guru ibarat penampungan air yang hanya akan mengalir deras airnya jika di letakkan di posisi di atas dalam arti harus dimuliakan posisinya,”tuturnya.

Pengirim: Slamet Nur Chamid

Editor: Kang Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini