Mozaik Homogenitas dan Riuh Demokrasi: Menavigasi Kepemimpinan di Tengah Kritik yang Tak Terhindarkan
Oleh: Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I (Ketua PC ISNU Kab. Pekalongan) Indonesia, negeri kaya dengan anyaman budaya dan geografis, seringkali diasosiasikan sebagai keragaman yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Akan tetapi, di balik lanskap multikultural yang memukau ini, terdapat lapisan homogenitas yang cukup signifikan dalam nilai-nilai sosial, pandangan komunal, bahkan dalam ekspektasi terhadap figur kepemimpinan. Homogenitas ini, alih-alih menjadi landasan persatuan...
Ekalaya (bagian 01)
“Benda-benda tak membuktikan apa pun, Tuan. Dan, kebenaran juga tak bisa dipaksakan. Apalagi, hanya didasarkan pada anggapan yang dipicu amarah. Tidak, Tuan. Jangan kotori keretamu dengan luapan amarah yang menyesatkan dan memerosokkan harga diri Tuan. Aku mohon, jangan,” kilah Ekalaya.
Kenapa Sih Kabupaten Pekalongan Dijuluki Kota Santri?
Oleh: Moh. Heru Sunarko Kota Santri ya Kabupaten Pekalongan! Semua sudah mafhum julukan itu. Akan tetapi, gimana awalnya kok sampai kabupaten dengan luas 836,1 kilometer persegi itu dijuluki Kota Santri? Mungkinkah karena semua warganya adalah santri? Atau mungkinkah karena di setiap desa di kabupaten ini ada pesantrennya? Yang jelas, julukan yang disematkan untuk sebuah daerah pasti punya kaitan dengan kekhasan daerah...
HRD
Selasa, 20 Mei 2025. Pagi itu matahari agaknya masih ogah-ogahan menampakkan diri. Awan mendung tipis ia sungkupkan pada bumi. Membuat warna langit tampak keabu-abuan. Meski begitu, saya harus tetap menganjang kota yang dulu menjadi tempat “pelarian” saya, Semarang. Ada misi yang mesti saya jalankan. Kaligung yang saya tumpangi telah sampai titik perhentian akhir, Stasiun Poncol. Saya segera beringsut dan keluar...
Respon Tantangan Zaman, Fatayat NU Kota Pekalongan Gelar Diklat Tingkat Dasar
Pekalongan - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Pekalongan mengadakan Diklat Tingkat Dasar (DTD) Garda Fatayat NU (GARFA) bertempat di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Sabtu - Ahad (17-18/5/2025), diikuti 42 peserta. Ketua PC Fatayat NU Kota Pekalongan Hj. Faizah, S.Pd menyampaikan, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk respons strategis Fatayat NU terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya yang dihadapi oleh...
God Bless, Paklek, dan Saya
Di saat ini ingin kuterlena lagiTerbang tinggi di awanTinggalkan bumi di sini............... Sepenggal lirik lagu Syair Kehidupan yang dipopulerkan band rock legendaris God Bless itu membuat saya terkenang pada sosok almarhum Paklek saya, Slamet Toro. Dari beliau saya mengenal musik. Setiap ada waktu senggang, kami berduet untuk nyanyi. Beliau main gitar, saya yang menyanyi. Kala itu, saya masih kanak-kanak. Sekitar...
Parkiran
Ternyata, yang namanya tempat parkir itu punya banyak fungsi. Tak sekadar sebagai tempat penitipan kendaraan, melainkan juga tempat untuk menitipkan kenangan. Paling tidak, bagi anak muda yang berpacaran, mungkin pernah sekali waktu ngajak janjian untuk bertemu di tempat parkir. Walau bisa saja pertemuan itu berlangsung amat singkat. Sekadar tempat transit bagi dua sejoli yang sedang kasmaran untuk kemudian pindah...
Bekali Mahasiswa, PMII Rayon Syariah UIN Gus Dur Gelar Kelas Jurnalistik
Pekalongan - Dalam rangka membekali mahasiswa keterampilan menulis, Kojahan Pergerakan PMII Rayon Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Kelas Jurnalistik bertempat di Balai Desa Ketitang Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Ahad (18/5/2025). Acara yang dimulai pukul 10.30 WIB sampai pukul 17.45 WIB ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota rayon. Ketua PMII Rayon Syariah Islahul...
Dialog Hangat di Pekalongan: Ketua Umum PP ISNU Apresiasi Langkah Inovatif PC ISNU Kabupaten Pekalongan
Pekalongan - Suasana akrab mewarnai pertemuan antara pucuk pimpinan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dari tingkat pusat dan daerah. Ketua Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh Nasrudin, M.Pd.I, berkesempatan melakukan dialog santai namun konstruktif dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Pertemuan penting ini berlangsung pada Senin (19/5/2025) di Ruang...
Paradoks Kendaraan Listrik: Ramah Lingkungan yang Memanaskan Bumi?
Oleh: T.H. Hari Sucahyo (Pengggagas Forum Kajian Keutuhan Ciptaan (FKKC) “SEMESTA”) Subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik, khususnya mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), telah mendongkrak penjualan mobil yang diklaim lebih ramah lingkungan. Narasi yang dibangun terlihat begitu menjanjikan: transportasi bebas emisi, langit yang lebih bersih, dan masa depan yang hijau. Insentif fiskal digelontorkan, dari potongan pajak hingga...














