Beranda Berita Dua Tim Peneliti UIN Gus Dur Lolos Hibah MoRA The AIR Funds...

Dua Tim Peneliti UIN Gus Dur Lolos Hibah MoRA The AIR Funds 2026

0

Pekalongan — Dua tim peneliti Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) berhasil lolos sebagai penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama atau MoRA The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA The AIR Funds) Tahun 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 380 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026. Secara nasional, program tersebut menetapkan 131 tim penerima dengan total pendanaan mencapai Rp71,85 miliar yang tersebar dalam tujuh tema riset.

Tim riset dari kluster Ekonomi Kreatif diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Khobir, M.Ag. dengan anggota Prof. Dr. Moh. Sugeng Sholehuddin, M.Ag., Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I., Syamsul Bakhri, M.Sos., dan Khairul Anwar, M.E., dengan judul riset “Ekonomi Sirkular Berbasis Ecomasjid: Model Pendidikan Kritis dan Pemberdayaan Komunitas untuk Mengatasi Darurat Sampah di Pekalongan.”

Sedangkan tim riset dari kluster Sosial Humaniora diketuai oleh Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag. Tim ini terdiri dari Solikhul Hadi, M.H. (Universitas Islam Negeri Jember), Husni Hidayat, M.Kom. (ITSNU Pekalongan), Rodianto (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan), dengan judul riset “Pemetaan Algoritma Radikalisme di Media Sosial dan Formulasi Kontra-Narasi Berbasis Moderasi Beragama Gen Z Menggunakan Analisis Big Data di Indonesia”.

Program MoRA The AIR Funds merupakan skema pendanaan riset kompetitif Kementerian Agama yang dilaksanakan melalui sejumlah tahapan seleksi. Prosesnya mencakup pendaftaran melalui aplikasi eRISPRO, penilaian internal, penilaian administrasi, penilaian proposal atau substansi, wawancara reviewer, hingga tahap offering. Pada 2026, pendanaan tersebut mencakup tujuh tema, yaitu Sains dan Teknologi, Kesehatan dan Farmasi, Pelayanan Keagamaan, Studi Agama, Sosial Humaniora, Pendidikan dan Bahasa, serta Ekonomi Kreatif.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. Zaenal Mustakim,M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian dua tim peneliti tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan riset nasional harus dipandang bukan sekadar sebagai prestasi individu peneliti, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun budaya akademik dan ekosistem riset di lingkungan kampus.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada dua tim UIN Gus Dur beserta seluruh anggota tim yang telah berhasil memperoleh pendanaan MoRA The AIR Funds Tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa tradisi riset di UIN Gus Dur terus tumbuh dan mampu berkompetisi dalam skema pendanaan penelitian tingkat nasional.”ujarnya.

Zaenal juga menekankan pentingnya memastikan bahwa penelitian yang memperoleh dukungan pendanaan tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap riset yang dilakukan tidak hanya menghasilkan publikasi atau luaran akademik, tetapi juga melahirkan gagasan, model, dan solusi yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat. Terlebih penelitian yang dikembangkan para peneliti UIN Gus Dur memiliki tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hasilnya diharapkan memberikan dampak yang nyata.” tambahnya Prof. Zaenal.

Keberhasilan dua tim tersebut sekaligus menambah catatan capaian penelitian UIN Gus Dur pada tingkat nasional. Bagi sivitas akademika, capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, membangun kolaborasi lintas disiplin dan institusi, serta menghasilkan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan konkret masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini