Beranda Berita Spirit Gen Z dan Kearifan Tarekat: LDTQN Jateng dan UIN Gus Dur...

Spirit Gen Z dan Kearifan Tarekat: LDTQN Jateng dan UIN Gus Dur Pekalongan Gelar Halaqah Thoriqiyah Sufiyah

0

Pekalongan – Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (LDTQN) Jawa Tengah bekerja sama dengan Program Studi Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menggelar kegiatan Halaqah Thoriqiyah al Sufiyah pada Kamis-Jumat (12-13/6/2025). Bertempat di Ndalem Jawi, Kebonagung, Kajen, Pekalongan, kegiatan ini berfokus pada pembekalan dan penguatan praktik suluk thoriqoh bagi mahasiswa, khususnya generasi Z, serta masyarakat umum.

Acara yang dipandu langsung oleh Ketua LDTQN Jawa Tengah, Prof. Dr. K.H. Imam Kanafi, M.Ag. yang juga merupakan guru besar di Prodi Tasawuf Psikoterapi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dibuka dengan talqin dzikir oleh Wakil Talqin TQN PP Suryalaya, K.H. Drs. Anhari Basuki, MA. pada Kamis pukul 13.30 WIB. Peserta kemudian diajak mendalami pentingnya tarekat bagi generasi Z melalui materi yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris LDTQN Jawa Tengah, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I pada pukul 16.00 WIB.

Puncak kegiatan ini adalah praktik dzikir harian dan mingguan yang dipimpin oleh Tim Amaliyah LDTQN Jawa Tengah, K.H. Moh Jamil Ardli. Praktik ini menggunakan dzikir khataman tam yang berlangsung intens dari pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB, dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah. Serangkaian ibadah lainnya seperti sholat Ashar, Maghrib, Isya berjamaah, serta dzikir dan sholat sunnah ba’diyah, awwabin, taubah, hifdzil iman, birrul walidain, dan syukur nikmat juga dilaksanakan secara khusyuk.

Prof. Dr. K.H. Imam Kanafi, M.Ag. menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari pembekalan mahasiswa Prodi Tasawuf Psikoterapi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan dan penguatan suluk thoriqot bagi mahasiswa Prodi Tasawuf Psikoterapi agar memahami amaliyah thoriqot tidak hanya secara teori, tetapi lebih ke praktik amaliyah untuk perubahan dan kepribadian yang kokoh,” ujarnya. Prof. Imam juga menambahkan bahwa halaqah ini merupakan upaya nyata untuk “memasyarakatkan thoriqoh dan menthoriqohkan masyarakat.”

Sebanyak 55 mahasiswa UIN Gus Dur dari Jurusan Tasawuf Psikoterapi turut serta dalam riyadhah ini, bergabung dengan antusiasme Sebagian warga masyarakat Kajen dan sekitarnya. Antusiasme peserta menunjukkan relevansi dan kebutuhan akan praktik spiritual di tengah dinamika kehidupan modern, khususnya bagi generasi muda.

Kegiatan Halaqah Thoriqiyah al Sufiyah diharapkan dapat menjadi jembatan antara kearifan tradisi tarekat dengan kebutuhan spiritual kontemporer, serta mengukuhkan peran LDTQN Jawa Tengah dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam pengembangan ilmu tasawuf dan praktik spiritual di Indonesia.

Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini