Beranda Opini Perjalanan Berdamai dengan Masa Lalu

Perjalanan Berdamai dengan Masa Lalu

0
foto: Medcom.id
foto: Medcom.id

Oleh: Asnalia Rokhmah*

Manusia adalah makhluk yang terus bertumbuh. Makhluk yang terus berproses, hingga akhirnya terbentuk menjadi sosok hari ini. Dalam perjalanan bertumbuh, tentu manusia melewati banyak hal dalam dirinya. Tentu saja, manusia tidak hanya bertemu dengan hal-hal yang menyenangkan, namun juga tak jarang bertemu dengan sesuatu yang menyedihkan. Dan mau tidak mau, manusia harus siap menerima semua hal itu.

Berdamai dengan Sesuatu yang Tidak Bisa Dirubah

Berdamai menurut KBBI bermakna berbaik kembali; berhenti bermusuhan; berunding untuk mencari kesepakatan. Dalam definisi lain, berdamai adalah berjanji untuk tidak saling mengganggu.

Berdamai dengan masa lalu penting dilakukan agar kita tidak terus menerus meratapi sesuatu yang sudah tidak bisa kita upayakan lagi. Kita berhenti dari ‘perang’ yang dibuat oleh pikiran kita sendiri. Sesuatu yang sudah terjadi, maka tidak akan pernah bisa kita rubah. Satu-satunya cara yang paling mungkin kita lakukan adalah dengan menyadari bahwa yang sudah terjadi adalah sebaik-baik takdir-Nya.

Pentingnya kita memiliki keyakinan terhadap takdir adalah agar kita tidak putus asa. Berprasangka baik terhadap segala pemberian-Nya akan memberi dampak pada kelapangan langkah hidup kita. Meskipun tidak semua yang kita terima selalu menyenangkan menurut kita, namun dengan terus meyakini bahwa ini yang paling baik dan paling ringan dijalani adalah cara untuk menyelamatkan hati kita dari perasaan sakit.

Hidup adalah Perjalanan yang Memberi Pelajaran

Siklus hidup mulai dari manusia lahir, menjalani masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tua, hingga nanti tutup usia, memberikan pelajaran dalam setiap fasenya. Meskipun semua manusia mengalami fase tersebut, namun tidak dengan perjalanan dan pelajaran yang didapatkan. Tantangan membuat kita semakin termotivasi untuk bertumbuh lebih baik. Sedangkan kenyamanan biasanya membuat kita lupa dan terlena.

Dalam menjalani fase hidup, tentu tidak semua yang kita terima menyenangkan, tapi terkadang kita juga mengalami hal yang tidak enak untuk dirasakan. Ketika hal itu terjadi cobalah berdiam diri sejenak. Meresapi apa-apa yang sedang dialami dan dirasakan. Karena dalam keadaan tidak menyenangkan, sejatinya pelajaran berharga sedang diberikan oleh-Nya pada kita. Perlu diyakini, bahwa segala sesuatu yang tidak menyenangkan itu akan segera berlalu. Hidup itu gilir gumanti, semua akan berputar dan berubah. Senang maupun sedih selalu memberikan pelajaran bagi kita. Setidaknya, ketika senang kita tidak jumawa, dan ketika sedih kita tidak putus asa.

Setelah Kita Berdamai

Nyatanya, beberapa hal baik akan menyapa kita ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tidak lagi memaksakan apa-apa yang memang sudah seharusnya usai. Kita tidak perlu lagi mengeluarkan effort, yang justru akan menyakiti diri kita sendiri. Kita tidak lagi memaksakan kemana arah takdir akan bermuara. Kita berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu yang sudah diatur. Kita masuk dalam kondisi berserah, tapi tidak menyerah.

Menurut beberapa sumber, hal-hal positif akan menghampiri ketika kita mau berdamai dengan diri sendiri. Kita menjadi pribadi yang lebih positif, menjadi pribadi yang lebih tenang sebab tidak lagi memaksakan sesuatu, tidak lagi menjadi pribadi yang terus larut dalam duka penyesalan di masa lalu, juga akan lebih focus terhadap apa yang menjadi keinginan di masa depan. Mimpi di hari esok lebih layak diperjuangkan daripada mengunakan energi untuk focus pada masa lalu.

Tidak ada yang perlu kita sesali ataupun kita tunggu dari masa lalu. Menyesali tidak akan merubah keadaan. Dan jika menunggu, apa ada jaminan kamu mendapatkan apa yang kamu tunggu? Cobalah menutup cerita masa lalu yang penuh luka. Berdamai, meskipun berat bukan berarti tidak bisa, kan?

Move on, because life must go on.

Pelukku, untuk semua yang sedang berjuang dalam hidup.

*penulis merupakan Pengajar di Universitas Selamet Sri (UNISS) Batang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini