Beranda Berita NilaNugz: Inovasi Olahan Perikanan untuk Meningkatkan Gizi dan Pencegahan Stunting

NilaNugz: Inovasi Olahan Perikanan untuk Meningkatkan Gizi dan Pencegahan Stunting

0

Kabupaten Pekalongan, Desa Karangjompo (23/072024), Mahasiswi KKN UNDIP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Yona Mitasari (20) memberikan inovasi pengolahan makanan ikan nila menjadi nugget sebagai alternatif ketahanan pangan dan variasi olahan makanan untuk mencegah anak stunting kepada Ibu – ibu yang memiliki Balita umur 2 – 5 tahun yang terindikasi stunting di Desa Karangjompo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Paud Belakang Balai Desa Karangjompo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

Desa Karangjompo memiliki potensi perikanan salah satunya yaitu komoditas ikan nila yang melimpah, dibuktikan dengan banyaknya hasil tangkapan ikan nila di sekitar daerah rawa – rawa dan terdapat beberapa warga yang membudidaya ikan nila sehingga perlu adanya pemanfaatan atau diversifikasi produk olahan. 

Ikan nila mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Kandungan yang terdapat di ikan nila yaitu asam lemak, omega 3, lemak 3 gram, niacin 24% dari rekomendasi asupan harian, vitamin B12 31% dari rekomendasi asupan harian, fosfor 20% dari rekomendasi asupan harian, selenium 78% dari rekomendasi asupan harian, potassium 20% dari rekomendasi asupan harian, kalsium 12 miligram.

Makan ikan penting untuk anak stunting karena ikan mengandung protein tinggi untuk pertumbuhan otot dan tulang, serta asam lemak omega-3 yang mendukung perkembangan otak dan sistem saraf. Ikan juga kaya akan vitamin dan mineral penting seperti vitamin D, B12, dan zat besi, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang optimal dan kesehatan secara keseluruhan.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami balita dari gizi buruk. Sebagai upaya memperbaiki dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya gizi dalam balita terutama untuk mencegah stunting. Mahasiswi KKN Tim II UNDIP membuat inovasi olahan ikan untuk makanan anak stunting.

Pembuatan nugget ikan ini dilakukan secara mandiri di posko KKN yang kemudian dikemas untuk dibagikan ke balita yang tepatnya diadakan acara posyandu di Desa Karangjompo. Pembagian nugget ikan dilakukan pada saat pertengahan acara penyampaian dari puskesmas Tirto II. Selain itu, dilakukan sosialisasi kepada ibu – ibu yang datang mengenai pentingnya mengonsumsi ikan bagi balita, kandungan gizi pada ikan dan langkah – langkah dalam pembuatan nugget ikan nila. 

Adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu para ibu untuk menyajikan olahan lauk yang sehat dan enak sehingga anak – anak tidak merasa bosan dengan ikan. Selain itu, dengan dibagikan leaflet yang berisi langkah pembuatan nugget ikan nila dapat membantu dan meningkatkan minat ibu – ibu dalam mempraktekkannya secara mandiri. Dengan adanya gerakan mengonsumsi ikan dalam bentuk nugget merupakan salah satu tindakan yang perlu diterapkan agar anak – anak dapat tercukupi kebutuhan gizinya. 

Penulis : Yona Mitasari (Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Nenik Woyanti, S.E., M.Si.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini