Beranda Berita Solusi Air Bersih: Implementasi Sistem Filtrasi Air oleh KKN Tim II UNDIP...

Solusi Air Bersih: Implementasi Sistem Filtrasi Air oleh KKN Tim II UNDIP di Desa Karangjompo

0
Pemaparan dan Demonstrasi Alat Filtrasi Air Sumur kepada Perangkat Desa Karangjompo

Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan (30/07/2024) – Ketersediaan air bersih merupakan hal yang penting bagi setiap umat manusia. Akan tetapi, air bersih merupakan tantangan bagi Desa Karangjompo. Pasalnya, kualitas sumber air di desa ini, khususnya air sumur, telah mengalami pencemaran. Kadar zat besi yang tinggi, pH yang rendah, warna keruh, serta salinitas yang tinggi merupakan indikasi pencemar pada air sumur di Desa Karangjompo. 

Untuk menyelesaikan masalah ini, Tim II KKN UNDIP 2023/2024 membuat dan menerapkan alat filtrasi air. Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk menjernihkan warna air yang keruh, menghilangkan kadar zat besi, menaikkan nilai pH, serta menurunkan salinitas.

Dalam merencanakan alat filtrasi, Nabila (21) yang merupakan mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2023/2024 melakukan survei awal. Hal ini bertujuan untuk mengetahui indikator pencemar pada air sumur di Desa Karangjompo. Hasil dari survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa air sumur Desa Karangjompo memiliki permasalahan kadar zat besi yang tinggi, pH yang rendah, warna keruh, serta salinitas yang tinggi.

Setelah mengetahui permasalahan yang ada di Desa Karangjompo, dilakukan desain alat filtrasi. Pemilihan alat dan bahan juga mempertimbangkan ketersediaan bahan dan juga biaya yang murah. Maka dari itu, dirancang alat filtrasi dengan menggunakan dakron, spons, batu koral, dan batu zeolit. Dakron memiliki fungsi untuk menyaring kotoran sehingga air tetap bersih dan jernih. Sementara itu, spons  berfungsi untuk menyerap endapan-endapan air yang membuat warna air menjadi keruh. Di sisi lain, batu koral berfungsi untuk menyaring kotoran. Yang terakhir, batu zeolit berfungsi untuk mengikat logam berat yang terdapat di dalam air.

Sistem filtrasi dilakukan dengan penyaringan air secara berulang-ulang. Terdapat dua bak pada sistem filtrasi ini yaitu, bak penyaring dan bak penampung. Bak penyaring berisikan bahan-bahan filtrasi. Dan bak penampung berfungsi untuk menampung air. Karena penyaringan dilakukan berulang-ulang, setelah air di filter dan masuk ke bak penampung, air perlu disaring kembali pada bak penyaring. Karenanya, di bak penampung dipasang pompa untuk membawa air kembali ke bak penyaring. Hal ini dilakukan terus-menerus selama lima jam. 

Proses filtrasi yang dilakukan selama lima jam membuahkan hasil. Warna air yang awalnya keruh kekuning-kuningan menjadi jernih. Sementara itu, pH air yang awalnya 5, naik menjadi 7-8. Kadar besi di dalam air juga berkurang. Dan untuk salinitas sendiri, air yang telah difiltrasi selama 5 jam, memiliki kadar garam yang lebih sedikit daripada dengan yang belum difiltrasi.

Alat filtrasi yang telah dirancang tersebut, kemudian dipaparkan ke perangkat desa. Harapannya, alat filtrasi ini dapat disebarluaskan ke masyarakat supaya dapat diaplikasikan ke masing-masing rumah. Dengan pemasangan alat filtrasi ini, diharapkan kualitas air bersih di Desa Karangjompo dapat meningkat. Sehingga kualitas sanitasi dan juga kesehatan di desa ini, dapat menjadi lebih baik lagi.

Penulis: Nabila Salma Putri (21080121140119)
Jurusan/Fakultas: Teknik Lingkungan/Fakultas Teknik
DPL: Nenik Woyanti, S.E., M.Si

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini