Beranda Berita Webinar PC ISNU Pekalongan: Sarjana NU Harus Jadi Garda Depan Jawab Tantangan...

Webinar PC ISNU Pekalongan: Sarjana NU Harus Jadi Garda Depan Jawab Tantangan Zaman, Bukan Sekadar Penonton

0

Pekalongan – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan 2025. Mengambil momentum dua hari besar tersebut, webinar yang digelar via Zoom pada Senin (03/11/2025) malam ini mengangkat tema “Aktualisasi Resolusi Jihad dan Nilai Kepahlawanan: Peran Strategis Sarjana NU Menjawab Tantangan Zaman.”

Acara ini menghadirkan dua narasumber berkompeten: Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag. (Guru Besar UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan) dan Dr. H. Fakhrudin Aziz, Lc,. M.S.I. (Ketua PW ISNU Jawa Tengah).

Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I, dalam pernyataannya menjelaskan alasan strategis di balik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, ada urgensi bagi kaum intelektual untuk beralih dari sekadar nostalgia sejarah menjadi aktor solutif di masa kini.

“Kami sengaja mengambil tema ini karena kita tidak bisa hanya bernostalgia dengan heroisme masa lalu. Resolusi Jihad adalah spirit, bukan hanya catatan sejarah. Spirit itulah yang harus diaktualisasikan oleh Sarjana NU hari ini,” tegas Dr. Nasrudin.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Di tengah tantangan zaman, baik itu destabilisasi global, krisis moral, maupun disrupsi teknologi, Sarjana NU tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mengambil peran strategis di garda terdepan sebagai jihad intelektual. Webinar ini adalah ikhtiar kami untuk memetakan peran-peran tersebut secara konkret.”

Dalam paparannya, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., menegaskan bahwa semangat jihad dan nilai kepahlawanan yang digagas KH. Hasyim Asy’ari masih sangat relevan untuk menjawab tantangan kontemporer seperti globalisasi dan krisis moral.

Prof. Muhlisin memetakan lima dimensi peran strategis yang harus diisi oleh Sarjana NU. “Peran itu mencakup dimensi Intelektual dan Keilmuan, Sosial dan Transformasional, Moral dan Spiritual, Kebangsaan dan Nasionalisme, serta Ekonomi dan Kemandirian Umat,” urainya. Ia menekankan agar Sarjana NU menjadi ‘intelektual organik’ yang mampu menjadi pelopor moderasi beragama sekaligus mengawal kemandirian ekonomi umat.

Sementara itu, Dr. H. Fakhrudin Aziz, Lc,. M.S.I., menyoroti konteks “Destabilisasi Global” yang menjadi realitas saat ini. Menurutnya, heroisme dalam tradisi NU adalah ultimate value yang berdasar pada altruisme, atau sikap mementingkan transformasi positif bagi orang lain.

Ketua PW ISNU Jawa Tengah ini memperingatkan adanya fenomena “Anxious Generation” (generasi cemas) akibat disorientasi di tengah pertarungan peradaban global.

“Tantangan ini juga melahirkan ‘Anxious Existence’ di kalangan sarjana, yang berujung pada inovasi yang mandek (stagnant innovation). Di sinilah letak urgensinya. Sarjana NU tidak boleh terjebak dalam kecemasan itu. Solusinya adalah Sarjana NU harus tampil sebagai agent of change (agen perubahan),” pungkas Dr. Fakhrudin.

Webinar yang dipandu oleh Dr. Fahrodin, M.H.I. (Dosen UIN Gus Dur) ini berlangsung interaktif dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Ketua PC ISNU Kab. Pekalongan, sebagai bagian dari upaya diseminasi gagasan secara lebih luas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini