Pekalongan – Menjelang Hari Raya Idul Qurban 1447 Hijriah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui LP2M berkolaborasi dengan GP Ansor Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), Kamis (21/5/2026), di Ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan UIN Gus Dur. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan sumber daya juru sembelih yang profesional, kompeten, dan sesuai standar syariat menjelang pelaksanaan Idul Adha.
Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang penyembelihan halal dan kesehatan hewan, yakni Akmad Lukman, S.Pt., M.Si., Gus Arwani Adi Rahman, S.Pd., serta Dr. Tarkhim. Ketiganya memberikan materi mulai dari tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, aspek kesehatan dan kebersihan, hingga praktik langsung di lapangan.
Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Sugeng Sholahudin, menegaskan bahwa pelatihan Juleha merupakan bagian penting dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai standar syariat sekaligus memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.
“Melalui kolaborasi dengan GP Ansor dan keterlibatan peserta dari berbagai kecamatan, UIN Gus Dur ingin membangun kapasitas lokal agar pelaksanaan Idul Qurban dapat berlangsung aman, lancar, dan terstandarisasi,” ujarnya.
Salah satu dosen senior itu juga menekankan bahwa seorang juru sembelih halal tidak hanya dituntut menguasai teknik penyembelihan, tetapi juga memiliki etika dan kepedulian terhadap kebersihan serta kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Ketua Halal Center UIN Gus Dur, Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, menyebut pelatihan ini sebagai agenda rutin tahunan menjelang Idul Adha. Namun tahun ini terasa lebih istimewa karena adanya sinergi bersama GP Ansor Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam pengabdian kepada umat.
“Peran Juleha sangat penting karena mereka menjadi hulu dalam rantai pasok daging konsumsi masyarakat. Ketika proses penyembelihan dilakukan secara halal dan thayyib, maka itu menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam menghadirkan jaminan daging halal bagi masyarakat,” tuturnya.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Achmad Fawaid, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak calon juru sembelih halal yang profesional dan siap terjun di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan praktik langsung menyembelih kambing bersama para narasumber. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang memadai,” ungkapnya.
Sebanyak 98 peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Selain memperoleh pemahaman teoritis, para peserta juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan keberadaan juru sembelih halal yang kompeten, profesional, dan sesuai standar syariat Islam.





