Pekalongan – Pengukuhan Guru Besar di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menandai lahirnya gagasan akademik baru dalam pengembangan pemikiran Islam kontemporer. Prof. Dr. Abdul Khobir, M.Ag. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam melalui pidato ilmiah bertajuk “Tarbiyah Lingkungan dalam Islam: Revitalisasi Karakter Rahmatan Lil ‘Alamin bagi Keberlanjutan Ekologis” bertempat di Ball Room Lantai 3 Gedung Rektorat, Sabtu (6/6/2026).
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Abdul Khobir menyoroti krisis ekologis yang kini menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Ia memaparkan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Pekalongan, seperti banjir rob, pencemaran sungai, longsor, penurunan muka tanah, hingga krisis air bersih.
“Persoalan tersebut bukan hanya masalah teknis dan ilmiah, tetapi juga krisis moral dan spiritual manusia modern.” katanya.
Prof. Khobir menegaskan bahwa Islam memiliki fondasi nilai yang kuat dalam menjaga lingkungan hidup. Konsep manusia sebagai khalifah fil ardh dipahami sebagai amanah untuk menjaga keseimbangan alam, bukan mengeksploitasinya secara berlebihan. Ia juga menjelaskan bahwa prinsip rahmatan lil ‘alamin tidak hanya bermakna kasih sayang terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap seluruh ciptaan, termasuk alam dan lingkungan hidup.
Melalui konsep “Tarbiyah Lingkungan”, Prof. Khobir menawarkan model pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai tauhid, etika lingkungan, dan tanggung jawab ekologis. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan, tetapi harus membentuk karakter ekologis yang berakar pada spiritualitas Islam.
“Pentingnya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kepada generasi mendatang.” jelasnya.
Dalam pidatonya, ia juga memperkenalkan empat pilar utama Tarbiyah Lingkungan, yaitu Tarbiyah Ruhiyah Ekologis, Tarbiyah Akhlak Ekologis, Tarbiyah Ilmiah Ekologis, dan Tarbiyah Amaliyah Ekologis. Keempat konsep tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap keberlanjutan bumi.
Lebih lanjut, Prof. Khobir mendorong UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjadi pelopor kampus hijau berbasis nilai-nilai Islam. Ia mengusulkan integrasi isu lingkungan dalam kurikulum lintas fakultas, pengembangan riset interdisipliner, penguatan program Green Campus, hingga transformasi kampus sebagai Living Eco-Campus.
“Saya kira ini menjadi langkah penting agar perguruan tinggi Islam mampu menjadi pusat transformasi peradaban hijau di tengah ancaman krisis iklim global.” pungkasnya.
Pengukuhan Guru Besar ini sekaligus menegaskan kontribusi akademik Prof. Dr. Abdul Khobir, M.Ag. dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis kesadaran ekologis. Melalui gagasan Tarbiyah Lingkungan, ia berharap pendidikan Islam dapat tampil sebagai solusi moral dan spiritual dalam menjawab tantangan krisis lingkungan dan keberlanjutan peradaban manusia.





