Pekalongan – Menumbuhkan budaya membaca sejak dini menjadi salah satu langkah SD Islam 07 Panjang Wetan, Kota Pekalongan, melalui program GEMA SEKALI (Gerakan Membudaya Sepekan Literasi). Kegiatan ini mulai diperkenalkan pada awal November 2026 dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6, serta guru dan karyawan sekolah.
Program GEMA SEKALI dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran, pukul 06.30–06.45 WIB selama 15 menit. Kegiatan dijadwalkan secara bergiliran, yakni Jumat untuk kelas 1, Sabtu kelas 2, Senin kelas 3, Selasa kelas 5, Rabu kelas 6, dan Kamis kelas 4. Meskipun berlangsung singkat, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan kecintaan siswa terhadap buku.
Tidak hanya membaca, program ini juga dilengkapi dengan jurnal literasi yang memuat tanggal membaca, judul buku, serta informasi atau pengetahuan yang diperoleh dari bacaan. Melalui jurnal tersebut, siswa dilatih untuk tidak sekadar menyelesaikan kegiatan membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dan menuliskan kembali informasi yang diperoleh menggunakan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan memahami bacaan, mengolah informasi, dan mengekspresikan gagasan melalui tulisan.
Kepala SD Islam 07 Panjang Wetan, Sukadi, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menyukseskan program tersebut. Ia berharap GEMA SEKALI tidak hanya menjadi kegiatan sepekan sekali di sekolah, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi cerdas, kritis, berpengetahuan luas, berakhlakul karimah, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Fa’iqotul Mutia, guru kelas 1. Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata dalam menghadapi tantangan menurunnya minat baca anak di era digital. Ia menegaskan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab guru kelas bawah, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh guru, sekolah, dan orang tua.
“Harapannya gerakan literasi ini bisa terus berjalan, bukan hanya menjadi sepekan seperti nama kegiatannya, tetapi menjadi kebiasaan literasi yang terus tumbuh.” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Lum Atun Nadjah, guru kelas 5, berharap kegiatan literasi dapat menjadi pembiasaan berkelanjutan untuk mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas 6. Sementara itu, Suwaibah Ummul Inayah, guru kelas 6, turut mendukung program tersebut agar budaya literasi semakin berkembang di lingkungan sekolah.
Apresiasi juga datang dari wali murid, Nurul Hidayati, yang menilai kegiatan ini positif untuk meningkatkan minat baca anak.
GEMA SEKALI menjadi pengingat bahwa membaca bukan sekadar mengenal rangkaian kata, melainkan memahami makna dan membuka jendela pengetahuan. Sebab, seperti ungkapan yang sering dikaitkan dengan R.A. Kartini, buku merupakan jendela dunia. Melalui kebiasaan membaca, anak-anak diajak menjelajahi dunia yang lebih luas.
Kontributor: Hana Fakhiroh
Editor: Anwar





