Pekalongan – Ada hal menarik dalam perhelatan Konferensi Cabang PCNU Kota Pekalongan, Jumat (11/7/2025). Sebab, salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Terpilih adalah Rektor UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim M. Ag.
Dalam Tabulasi usulan AHWA dari peserta tetap yang berjumlah 4 dari unsur MWCNU, Anggota AHWA terpilih adalah KH. Zainuri Zainal Musthofa, Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.Si, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag, Drs. KHM. Ilyas Mu’in dan KH. Fahrudin.
Selanjutnya sidang AHWA menyepakati Rois Syuriah PCNU Kota Pekalongan Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.Si. Tentu dalam hal ini ada faktor kunci dalam sidang AHWA tersebut, mengingat Rois Syuriah terpilih adalah salah satu dosen UIN Gus Dur yang menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD).
Rektor yang menjamin dan memberikan penguat dalam terpilihnya Dr. KH. Hasan Su’aidi selain juga para anggota lain yang sudah melihat dan merasakan khidmah Kyai Hasan sejak menjadi Wakil Katib, Katib Syuriah 2 periode hingga terpilih menjadi Rois Syuriah PCNU Kota Pekalongan masa khidmah 2025-2030.
Perjalanan panjang Kyai kelahiran Gresik ini memang sudah dipahami oleh pengurus NU di semua tingkatan, dan tanggungjawab yang diemban merupakan amanah dari warga NU yang penuh harap akan kebesaran dan kemajuan NU Kota Pekalongan.

Dalam sambutan mewakili AHWA, Prof. Zaenal menyampaikan proses sidang AHWA yang berjalan singkat dan semua mufakat untuk memilih Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.Si sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Pekalongan. “Harapan kami semoga Pak Kyai Hasan bisa menjalankan amanah organisasi dengan baik,”ucapnya.
Sebagai Rektor PTKIN di wilayah Pekalongan, tentu kehadiran dan keaktifannya dalam kepengurusan NU patut diacungi jempol, karena kesibukannya sebagai rektor tidak menghalanginya untuk berkhidmah di PCNU Kota Pekalongan sebagai mustasyar hingga dipercaya oleh musyawirin dalam Konfercab XIX PCNU Kota Pekalongan.
Prof. Zaenal merupakan aktivis organisasi yang lahir dari PMII IAIN Walisongo, GP Ansor Semarang, Rois Syuriah ISHARI NU, serta jabatan sekarang adalah A’wan PWNU Jawa Tengah. Pengalaman itulah yang menjadian Prof. Zainal selalu aktif dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama.
Konferensi Cabang Kota Pekalongan XIX adalah sejarah yang barangkali tidak banyak dimiliki oleh struktur PCNU lain, mengingat sambutan AHWA diwakili seorang Profesor menghasilkan Rois Syuriah dan Ketua Terpilih seorang Doktor.
Hal ini menjadi wajah bahwa NU yang dikenal sebagai organisasi tradisional, sekarang hal itu sudah tidak lagi benar, NU lebih tepatnya adalah Jam’iyyah yang adaptif bahkan kalaupun tidak berlebihan jam’iyyah yang melampaui zamannya.
Semoga Konferensi Cabang NU XIX Kota Pekalongan yang memutuskan Rois Syuriah terpilih KH. Hasan Su’aidi, M. Si dan Ketua Tanfidziyah terpilih Dr. H. Machrus Abdullah, Lc. M. Si, mampu menjadi roda penggerak jam’iyyah untuk mamakmurkan umat serta mejadi inspirasi bagi yang lain.
Penulis: Abdul Adhim
Editor: K. Anwar





