Beranda Berita Di Tengah Banjir Hoaks dan Seksisme Digital, KOPRI Perkuat Jurnalisme Berkeadilan Gender

Di Tengah Banjir Hoaks dan Seksisme Digital, KOPRI Perkuat Jurnalisme Berkeadilan Gender

0

Pekalongan – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Korps PMII Putri (KOPRI) PK Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan bergerak mengambil peran dengan menyelenggarakan Sekolah Jurnalistik Berbasis Gender (SJBG). Bertempat di Aula Ponpes Luqman Hakim pada Sabtu (16/05/2026), kegiatan bertajuk “Beyond the Headlines” ini dirancang khusus untuk mencetak jurnalis muda yang cakap dalam memverifikasi informasi sekaligus mampu menciptakan ruang digital yang aman dari disinformasi gender.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana, Ella Ruqvania, menyampaikan bahwa agenda ini tidak hanya berfokus pada teori, melainkan juga menekankan pada aspek praktik. “Di sini kita akan belajar cara memverifikasi informasi, cara membuat dan menyajikan informasi yang inklusif, dan cara menjaga etika jurnalistik di tengah derasnya arus media sosial,” ujar Ella.

Ketua KOPRI PK Ki Ageng Ganjur, Sugmalia Larasati, berharap kegiatan ini dapat memantik lahirnya karya nyata berupa tulisan dari para kader. “Kami harap sahabat/i bisa mengaplikasikan tentang SJBG ini melalui membuat tulisan berita opini yang bersinggungan dengan gender atau isu-isu sosial,” jelasnya.

Harapan besar juga datang dari ketua Komisariat, Arsen Adhita Sendi. Ia menegaskan bahwa acara ini harus menjadi wadah pengembangan diri agar peserta bisa menyebarluaskan ilmu yang didapat. “Kegiatan ini kami harapkan bisa bermanfaat untuk sahabat/i karena di dalam tujuan PMII, kita harus bertanggung jawab dalam mengamalkan setiap ilmunya,” tegas Arsen.

Sementara itu, dari Ketua PC KOPRI Pekalongan, Lana Salsabila, turut mengajak seluruh peserta untuk lebih aktif dan berani dalam menyuarakan isu-isu gender di ruang publik.

“Khidmat mampu menggerakkan diri di media sosialnya masing-masing. Berbagai isu kasus, mampu bersuara untuk beberapa hal yang timpang, serta melawan akar-akar patriarki. Dimulai dengan langkah-langkah kecil, kami berharap mampu menerima dan mengamati sebaik-baiknya informasi yang berpihak pada keadilan gender,” katanya.

Kegiatan SJBG ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya guna membekali para peserta secara teoretis maupun praktis.

Materi pertama disampaikan oleh Kuswandi, M.Pd. dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan yang mengupas tuntas mengenai Dasar-Dasar Jurnalistik dan Produksi Narasi Publik.

Selanjutnya, Kontributor Mubadalah.id, Siti Nisrofah, memaparkan materi mengenai strategi Membangun Narasi Adil Gender di Media. Ia menjabarkan poin-poin penting yang harus dipraktikkan oleh media masa kini.

Pemateri ketiga, Khairul Anwar yang merupakan Kontributor NU Online dan LTNNU Pekalongan menyajikan materi Praktik Jurnalistik dan Ekosistem Media Kontemporer. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa riset dan literasi yang kuat adalah modal utama seorang jurnalis sebelum mulai menulis.

Melalui rangkaian materi ini para peserta diharapkan pulang membawa bekal baru pasca-kegiatan. Mereka dituntut tidak hanya menjadi penulis yang cakap, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang berani melawan disinformasi dan konsisten memperjuangkan keadilan gender. Sebab tugas utama jurnalis muda hari ini adalah mencari kebenaran, menyuarakannya dengan adil, dan memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman bagi semua.

Kontributor: M. Maelal Marom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini