Pekalongan – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengukuhan Guru Besar di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Sabtu (6/6/2026). Salah satu yang dikukuhkan yakni Prof. Muslih, Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Islam. Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Muslih menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di era perubahan sosial dan digital yang bergerak sangat cepat.
Melalui tema besar tentang transformasi guru, Prof. Muslih menegaskan bahwa peran pendidik saat ini tidak lagi sekadar sebagai penyampai ilmu pengetahuan di ruang kelas. Guru dituntut menjadi figur pembimbing, penggerak perubahan, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus teknologi dan budaya digital.
“Saya menilai perubahan zaman telah mengubah pola belajar peserta didik, sehingga pendekatan pendidikan juga harus mengalami pembaruan secara menyeluruh.” ujarnya.
Dalam orasinya, Prof. Muslih menjelaskan bahwa tantangan pendidikan modern bukan hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan etika generasi muda. Menurutnya, pendidikan yang hanya berorientasi pada capaian akademik akan kehilangan makna apabila tidak disertai pembentukan moral, empati sosial, dan kemampuan berpikir kritis.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi paradigma guru dalam menghadapi kurikulum dan perubahan sosial yang terus berkembang.
“Guru harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan membangun ruang belajar yang kreatif dan humanis. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.”tambahnya.
Prof. Muslih turut mengingatkan bahwa krisis penghormatan terhadap guru dan menurunnya kualitas interaksi pendidikan di era digital perlu menjadi perhatian bersama.
“Saya mendorong penguatan kembali nilai keteladanan, etika, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan pendidikan.” pungkasnya.
Pengukuhan Guru Besar ini menjadi momentum penting bagi penguatan pemikiran pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan zaman. Gagasan Prof. Muslih diharapkan mampu memperkuat arah pendidikan Indonesia agar tetap berakar pada nilai kemanusiaan, keilmuan, dan moralitas di tengah tantangan global yang semakin kompleks.





