Kapabilitas Pejabat Lebih Penting dari Janji Politik Kosong

0

Oleh: Natasya Lucky Saharani Dalam salah satu postingan pada akun Instagram @politiksebatsantuy yang di posting pada Kamis 19/3/26 penulis membaca, mengenai pejabat dengan latar belakang non politik. Disebutkan dalam postingan tersebut bahwa ketika seorang pejabat tidak memiliki latar belakang dunia politik atau hukum maka ia akan menghabiskan 1 hingga 2 tahun masa jabatannya untuk belajar mengenai birokrasi. Tentunya, semua masyarakat berharap...

Belajar Merdeka dari Ki Hajar Dewantara

0

Oleh: M. Khaqim*) “ Pemerintah menyatakan bahwa wafatnya Ki Hajar Dewantara merupakan hilangnya seorang pendekar, yang sifat-sifatnya telah memberi kekuatan batin pada perjuangan kemerdekaan politik, kemerdekaan sosial, ekonomi, maupun perjuangan kebudayaan dan keruhanian” (Soekarno, Presiden RI Pertama). Siapa yang tidak mengenal Ki Hajar Dewantara? Setiap anak bangsa Indonesia tentu mengenalnya. Terlahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ia berasal dari sebuah...

Ketupat dan Peran Sunan Kalijaga dalam Tradisi Lebaran

0

Oleh: M. Khaqim (Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan) Ketupat merupakan salah satu makanan khas yang identik dengan perayaan Idulfitri di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Lebih dari sekadar hidangan, ketupat memiliki makna filosofis yang dalam dan berkaitan erat dengan dakwah Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Melalui pendekatan budaya, beliau berhasil menjadikan ketupat sebagai simbol spiritual, sosial, dan religius...

Diplomasi Literasi: PC ISNU Pekalongan Kenalkan Kearifan Lokal kepada Menteri Kedutaan Besar Malaysia

0

Pekalongan – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan terus bergerak memperluas jangkauan kontribusinya. Momen kunjungan kehormatan dari perwakilan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia dimanfaatkan secara optimal sebagai ajang pengenalan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kota Santri. Pada Senin (23/3/2026), Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., menerima lawatan Bapak Hairul Reaza Haroun Al Rashid...

Menjawab Krisis Iklim Berbekal Iman: Urgensi Ekoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Islam

0

Oleh: Prof. Dr. Abdul Khobir, M.Ag* Krisis iklim bukan lagi sekadar isu ilmiah atau politik global. Ia telah menjelma menjadi persoalan moral dan spiritual umat manusia. Banjir, kekeringan, kerusakan hutan, dan meningkatnya suhu Bumi menandakan bahwa relasi manusia dengan alam mengalami keretakan serius. Dalam konteks ini, agama tidak boleh berdiri di pinggir sejarah. Islam, dengan seluruh perangkat etika dan teologinya, memiliki...

Dari Wahyu ke Algoritma: Scientific Qur’an dan Ekonomi Syariah Digital

0

Oleh: Dr. Ali Muhtarom, M.H.I. (Kaprodi Magister Ekonomi Syariah UIN Gus Dur) Perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah wajah ekonomi global secara signifikan. Kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, hingga algoritma keuangan telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang dikenal sebagai ekonomi digital. Dalam konteks masyarakat Muslim, transformasi ini melahirkan peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai wahyu dengan inovasi...

Program Setono Mengaji: Membentuk Generasi Qur’ani di Bulan Ramadhan

0

Pekalongan - Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kelurahan Setono Kota Pekalongan menggelar Program Setono Mengaji jilid ke-10, dari awal Ramadhan sampai tanggal 25 Ramadhan setiap sore, bertempat di Musholla Manba'ul Huda Setono Gg 6. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 anak-anak yang berusia TK sampai Kelas 6 SD. Program tersebut diawali dengan opening ceremony yang dihadiri Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama beserta banomnya,...

Puasa sebagai Katalisator Keadilan Domestik

0

Oleh: Dr. Ali Muhtarom, M.H.I (Dosen Pascasarjana UIN Gus Dur, Peneliti dan Pemerhati Isu-isu Perempuan, Anak dan Hukum Keluarga) Puasa dalam tradisi Islam bukan hanya praktik spiritual individual, tetapi juga fenomena sosial yang memengaruhi dinamika kehidupan rumah tangga. Selama bulan Ramadan, ritme kehidupan domestik mengalami transformasi signifikan, mulai dari persiapan sahur, pengelolaan waktu kerja, hingga penyediaan hidangan berbuka. Dalam konteks...

Budaya Sedekah dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nusantara

0

Oleh: Prof. Dr. H. Achmad Tubagus Surur, M.Ag. Indonesia, tanah Nusantara, adalah mozaik hidup yang luar biasa. Bayangkan, lebih dari 1.300 suku bangsa, 700 bahasa daerah, berbagai agama, dan ras yang beragam. Dari Papua hingga Aceh, setiap sudut punya cerita unik. Meski beda, semuanya satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Justru perbedaan ini jadi kekuatan ekonomi, sumber...

Ramadan sebagai Momentum Pembangunan Ekonomi Berkeadilan

0

Oleh: Dr. Ali Muhtarom,M.H.I (Kaprodi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan) Ramadan sering kali dipahami secara reduksionis sebatas ritus teosentris yang memisahkan antara kesalehan individu dan realitas material. Padahal, dalam diskursus ekonomi Islam, Ramadan merupakan momentum esensial untuk merekalibrasi arah pembangunan ekonomi menuju tatanan yang lebih berkeadilan. Inti dari refleksi ini berpijak pada pencapaian falāḥ, yaitu sebuah konsep...