Beranda Berita Pelatihan Kepenulisan Fiksi di SMK 1 Kedungwuni: Membangun Kreativitas dan Keberanian Berkarya...

Pelatihan Kepenulisan Fiksi di SMK 1 Kedungwuni: Membangun Kreativitas dan Keberanian Berkarya Melalui Tulisan

0

Pekalongan – Pelatihan Kepenulisan Fiksi sukses diselenggarakan di SMK 1 Kedungwuni dengan menghadirkan Bapak Ahmad Hidayatullah, M.Sos, dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang konsen di bidang Dakwah dan Pemberdayaan, Selasa (22/10/2024). Pelatihan ini diinisiasi oleh Pak Dayat, sapaan akrabnya, bersama para mahasiswa bimbingannya dari Program Studi Manajemen Dakwah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan, yang bertujuan membangkitkan kreativitas dan keberanian siswa dalam menulis fiksi.

Dengan mengusung semangat bahwa menulis adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, pelatihan ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa menulis bukanlah hal yang sulit. “Menulis bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi soal keberanian untuk berbeda, untuk menantang dunia, dan berpikir secara kreatif,” ujar Pak Dayat saat membuka pelatihan di dalam forum.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa kelas XI jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan 2, yang terlihat sangat antusias menyambut pelatihan. Bapak Churiyanto, S.Pd, M.Pd, selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK 1 Kedungwuni, juga memberikan sambutan dan apresiasi atas program yang dilaksanakan.

 “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari Pak Dayat dan para mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah yang telah mengadakan pelatihan ini. Semoga kegiatan ini mampu mengasah kreativitas siswa kami dan memberi mereka bekal penting untuk berani berkarya di bidang kepenulisan,” ujarnya.

Pelatihan dimulai pukul 10.00 WIB dengan sesi pembukaan dan pengantar dari Pak Dayat. Beliau menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa menulis bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi justru merupakan media bagi seseorang untuk menuangkan gagasan-gagasan kreatif dan unik. Mengutip gagasan Ned Herman, Pak Dayat menekankan bahwa menulis adalah proses berpikir kreatif yang tidak terbatas. “Menulis itu seperti sebuah permainan mental. Kita perlu menantang diri sendiri untuk berpikir di luar batasan dan memberikan sesuatu yang tak terduga atau unpredictable,” jelasnya.

Dalam sesi inti pelatihan, Pak Dayat memberikan materi tentang konsep dasar menulis fiksi, termasuk bagaimana membangun karakter yang kuat, merangkai plot yang menarik, dan menciptakan suasana cerita yang dapat menggugah emosi pembaca. Beliau juga memberikan tips praktis tentang cara menyelesaikan satu karya novel dalam waktu 30 hari. Salah satu hal yang ditekankan Pak Dayat adalah pentingnya menyusun outline sebelum mulai menulis.

“Outline adalah kunci bagi penulis pemula. Dengan outline, kalian punya peta yang jelas tentang kemana arah cerita akan berjalan, sehingga proses menulis menjadi lebih terarah,” paparnya.

Para siswa juga diajak untuk aktif dalam diskusi dan berbagi ide cerita yang mereka miliki. Salah satu siswa, yang memperlihatkan bakatnya dalam menulis fiksi, mengajukan ide cerita berjudul “Di Samping Matahari, Ada Kita di Bulan”, sebuah gagasan yang sudah dikembangkan dalam bentuk outline.

Pak Dayat mengapresiasi karya tersebut dan memberikan dorongan agar ide tersebut dapat dilanjutkan menjadi novel yang utuh. Sebagai bentuk apresiasi, beliau menghadiahi siswa tersebut dengan novelnya yang berjudul “Cinta dalam Goresan Pena”. Ini menjadi salah satu momen yang memotivasi siswa lain untuk lebih berani mengeksplorasi gagasan mereka sendiri.

Pak Dayat juga berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai seorang penulis, di mana sebagian besar idenya berasal dari observasi terhadap lingkungan sekitar. Beliau menceritakan bahwa ide-ide kreatif bisa datang dari hal-hal sederhana yang sering kita temui sehari-hari, asalkan kita mau membuka diri dan melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dengan pengalaman ini, Pak Dayat berharap para siswa dapat lebih peka dalam menangkap inspirasi dari lingkungan sekitar mereka dan mengubahnya menjadi karya yang bermakna.

Selama pelatihan, suasana menjadi sangat interaktif, dengan para siswa yang terus bertanya dan memberikan tanggapan atas materi yang disampaikan. Antusiasme mereka terlihat jelas, terutama saat mereka diberikan kesempatan untuk mempraktikkan menulis fiksi langsung di lokasi. Mereka diminta untuk membuat outline singkat dari cerita yang mereka ingin tulis, dan beberapa dari mereka bahkan berhasil menyusun plot cerita yang menarik hanya dalam waktu singkat.

Pelatihan yang berlangsung hingga siang hari ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab,  para siswa bebas bertanya tentang berbagai hal terkait dunia kepenulisan fiksi. Pak Dayat memberikan jawaban yang mendalam sekaligus mendorong para siswa untuk tidak takut berekspresi melalui tulisan. “Jangan pernah malu dengan ide kalian, karena setiap ide adalah potensi karya besar,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, siswa-siswa SMK 1 Kedungwuni mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya membangun kemampuan teknis menulis, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa kreativitas dan keberanian adalah kunci utama dalam dunia kepenulisan. Program pelatihan ini berhasil meningkatkan motivasi siswa untuk berani menulis dan menyuarakan gagasan-gagasan unik mereka. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan siswa melalui dunia literasi.

Pengirim: Lana Salsabila
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini