Beranda Berita Budayakan Minat Baca, Komunitas Buka Buku Hadir untuk Warnai Dunia Literasi Kota...

Budayakan Minat Baca, Komunitas Buka Buku Hadir untuk Warnai Dunia Literasi Kota Pekalongan

0

Pekalongan – Sekumpulan pemuda Pekalongan yang mengatasnamakan diri sebagai Komunitas Buka Buku menggelar diskusi bertempat di Monumen Tugu Juang, Kota Pekalongan, Minggu (30/06/2024). 

Inisiator Komunitas Buka Buku, Adib, menyampaikan, Komunitas Buka Buku merupakan komunitas yang diprakarsai oleh para pemuda Kota Pekalongan yang hendak mewujudkan tukar tambah pengetahuan dengan mewujudkan minat baca di ruang-ruang publik.  

“Lahirnya komunitas Buka Buku dilatar belakangi oleh citra Kota Pekalongan yang sejak dulu dikenal dengan kawasan perdagangan yang mana masyarakatnya cenderung konsumtif,”buka Adib.

Menurut Adib, ruang-ruang publik di Kota Pekalongan harus dimanfaatkan tak hanya untuk aktivitas perniagaan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membentuk sebuah public discourse yang bernama literasi. “Lewat keresahan ini, sekumpulan pemuda Kota Pekalongan akhirnya berinisiasi untuk membuat sebuah kegiatan buka, baca, dan diskusi buku,” tuturnya.

Hal ini lanjutnya, sejalan dengan data minat baca yang dikutip dari laman kominfo.go.id yang menyatakan bahwa UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi. Disebutkan dalam data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001%. 

“Kondisi ini memberi arti bahwa adanya krisis literasi membuat sebuah fakta yang mengancam budaya membaca pada masyarakat kita,”tambahnya.

Karena membaca menjadi sebuah landasan utama dalam sebuah proses pembelajaran. Oleh karenanya, literasi yang menajamkan pada sebuah sikap seseorang dalam membaca, menulis, dan mengelola informasi menjadi sebuah hal yang penting untuk dibudayakan. 

Adanya komunitas Buka Buku ini untuk menyangkal sebuah paradigma skeptis masyarakat yang seringkali mengatakan bahwa membaca buku adalah sebuah kebiasaan yang identik dengan “orang-orang cupu.” Atau seringkali juga dikonotasikan sebagai hobi orang pintar yang dianggap “otaknya cukup mampu”, padahal baca buku adalah kegiatan yang seharusnya wajib untuk dibudayakan dengan riang gembira.

“Komunitas ini menjangkau anak-anak dan pemuda yang diharapkan dapat menggugah dan membudayakan minat baca di ruang-ruang publik. Hadirnya sebuah upaya dalam membudayakan baca buku menjadi semacam pintu terbuka yang menyiratkan sebuah makna inklusivitas dan keterbukaan akan segala pemikiran yang datang dari peserta,”jelas Adib.

Komunitas Buka Buku juga dihadiri oleh beragam pemuda-pemudi yang berasal dari berbagai instansi, hal ini membuat proses transaksi pengetahuan berjalan secara masif dan tidak membosankan. 

“Sementara kegiatannya sendiri diadakan setiap hari minggu sore di ruang publik di sekitar Kota Pekalongan. Seperti contoh di Gor Jetayu, Lapangan Sekda Mataram, Taman Kuripan, Monumen Tugu Juang dan lainnya. Hal ini tidak serta merta diadakan tanpa alasan, pemilihan tempat diadakannya Buka Buku ditinjau untuk lebih mendapat atensi dan tersorot oleh publik. Harapannya, masyarakat sekitar juga tertarik untuk tergerak bergabung didalamnya,” pungkasnya.

Salah satu peserta komunitas Buka Buku, Kamelia, menyampaikan,  rangkaian kegiatan Buka Buku bersama diikuti oleh semua partisipan, dilanjut sesi diskusi dan ulas bersama, kemudian peserta diperbolehkan untuk menulis atau membuat notulensi hasil diskusi. 

“Kebetulan aku merasa suka baca buku, terus dapet info dari teman terkait komunitas Buka Buku yang pesertanya mostly kece abis. Akhirnya aku tergerak untuk ikut kegiatannya terus karena disitu aku dapat relasi dan tentunya banyak ilmu baru,”ucapnya.

Pengirim: Zhahiraavriel
Editor: Kang Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini