Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan (02/08/2024) – Keberadaan sampah plastik saat ini merupakan persoalan pelik di berbagai daerah, khususnya penggunaan kantong plastik sebagai tas belanja. Kantong belanja dari plastik tentu tidak ramah lingkungan karena terbuat dari bahan kimia yang sulit didaur ulang dan penggunaannya yang cenderung sekali pakai membuat angka pemakaian kantong plastik sebagai tas belanja kian meningkat. Masyarakat akan selalu membeli kebutuhannya, oleh karena itu volume sampah plastik juga ikut meningkat.
Desa Karangjompo memiliki permasalahan berupa masih ditemukannya sampah. Tempo dulu, pernah diadakan program jemput sampah sebanyak 2x seminggu, namun sudah tidak berjalan kembali. Sebagian besar sampah yang dihasilkan didominasi dari jenis sampah rumah tangga, salah satunya berasal dari penggunaan kantong plastik belanja sekali pakai. Penanganan sampah plastik tersebut hanya dibakar saja, padahal aktivitas pembakaran berkontribusi terhadap pemanasan global.
Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Mima Nur Afifah (21) memberikan pelatihan pembuatan “Tote bag Ecoprint” sebagai pengganti kantong plastik belanja sekali pakai kepada ibu-ibu PKK Desa Karangjompo. Pelatihan tersebut dihadiri ibu-ibu PKK hingga 45 orang. Dalam kegiatnnya, diadakan dua sesi kegiatan yaitu presentasi dan praktik. Setelah presentasi, dilanjutkan pembagian tote bag yang masih polos, nantinya akan dilakukan ecoprinting dengan metode pounding (pukul). Ecoprint yaitu teknik mencetak warna dan gambar menggunakan bahan alami dari alam. Hal tersebut dilakukan agar tas belanja memiliki nilai estetika lebih dengan tetap menerapkan konsep ramah lingkungan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias dengan memfoto dan memvideo kegiatan. “Saya baru pertama kali praktik ecoprint seperti ini mbak, menarik karena bahan yang dibutuhkan sangat ekonomis dengan hasil sangat cantik, terutama pakai motif bunga tapak dara”, ujar salah satu warga. Selanjutnya, hasil tote bag ecoprint tersebut dibawa pulang oleh ibu-ibu agar dapat digunakan. Dengan adanya pelatihan ecoprint, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih menggunakan tote bag untuk menggantikan kantong plastik belanja sekali pakai.
Penulis : Mima Nur Afifah, Program Studi S-1 Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Nenik Woyanti, S.E., M.Si.





