Oleh: Naka Prayogi
Terkadang saat emosi atau kesal terhadap sesuatu amarah kita akan memuncak. Orang lain bisa menjadi sasaran pelampiasan dari amarah tersebut, terus bagaimana cara meredam amarah tersebut agar tidak menyusahkan orang lain dan diri sendiri? Mungkin banyak solusi untuk meredam amarah tersebut seperti berdiam diri, bercerita dengan orang yang paham dengan masalahnya, berwudhu bahkan ada yang berteriak agar amarah itu lega.
Amarah merupakan emosi yang muncul karena ada pertentangan terhadap seseorang setelah mendapatkan perlakuan yang kurang baik. Emosi ini dapat berdampak dia hal yaitu baik dan buruk. Jika berdampak baik amarah bisa menjadi energi yang kuat untuk berubah dan memperbaiki diri agar tidak dipandang remeh terhadap orang lain. Sedangkan, dampak buruk akan bisa mendatangkan kerugian bagi orang lain saat amarah di campur dengan rasa balas dendam terhadap seseorang. Marilah kita mencoba untuk meredam amarah yang memuncak agar tidak ada kerugian diantara kita dengan cara berwudhu.
Wudhu merupakan cara untuk merilekskan otot-otot tubuh tertentu dari kontraksi atau ketegangan, dengan gerakan wudhu yang menggunakan konsep kelenturan dan harmonisasi dapat menyehatkan tubuh kita. Sayyid Abiq mengatakan bahwa berwudhu adalah menggunakan air untuk membasuh anggota tubuh tertentu seperti wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki yang bermaksud menghilangkan najis atau hadas yang menghalangi seorang muslim untuk melakukan ibadah shalat atau ibadah semacamnya (Diah Kusumawardani, 2021,hlm.110).
Allah Swt juga menyebutkan tentang berwudhu dalam Firman-Nya di Al-Qur’a Surah al-Ma’idah ayat 6, yang artinya:”Wahai Orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tangan mu sampai dengan siku, sapulah kepala dan (basuh) kedua kakimu sampai dengan mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air(kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan debu yang baik(bersih), sapulah mukamu dan kedua tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak akan menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”
Meredam amarah dengan berwudhu merupakan hal yang dilakukan seorang muslim dan muslimah untuk menenangkan dirinya dari masalah tersebut. Menurut Hadist Abu Daud, Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan diciptakan dari api. Dan sesungguhnya api itu dipadamkan dengan air. Maka jika seseorang dari kalian sedang marah, maka berwudhulah (Diah Kusumawardani, 2021,hlm.112).
Wudhu menjadi salah satu media psikoterapi menggunakan air yang efektif. Sejak zaman Nabi Muhammad juga sudah menggunakan air sebagai alat penyembuhan psikoterapi agar kaumnya selalu tenang tanpa emosi. Pada saat itu Nabi Muhammad Saw. dengan berdoa dan memercikkannya ke tubuh pasiennya. Dengan wudhu memiliki kemampuan untuk menstimulasi fisik, sistem saraf, serta dapat menenangkan pikiran agar tidak stres (Ria Mardiono Prayogi dan Arni Nur Rahmawati, 2023).
Dalam kesehatan psikis wudhu memiliki banyak manfaat diantaranya:
1.Mengeluarkan Racun pada tubuh, bekas air wudhu dapat membersihkan racun atau toksin yang menempel di tubuh yang di keluarkan dari kelenjar keringat. Selanjutnya akan di basuh lagi dengan air wudhu berikutnya.
2. Membersihkan Hidung dan Mencegah Sakit gigi, hidung dan mulut rawan kemasukan oleh kotoran dengan air wudhu dapat mengeluarkan semua kotoran yang terdapat di hidung dan mulut serta menghindari penyakit yang muncul karena kotoran tersebut.
3. Bagus untuk Menstimulasi Syaraf Pusat, menurut psikiater Austria yang ahli bidang Neurolog Leopold Warner Von Ehrenfels mengatakan bahwa manfaat air wudhu sangat istimewa bagi syaraf-syaraf pusat yang dimana syaraf pusat seperti dahi, tangan, dan kaki saat terkena air wudhu membuatnya segar karena air wudhu dapat memperlancar pusat-pusat syaraf.
4. Dapat menyembuhkan Insomnia, air wudhu dapat menyembuhkan insomnia karena mengurangi ketegangan dan membuat rileks otot agar tidur menjadi lebih tenang.
5. Meningkatkan Konsentrasi dan Relaksi Jiwa, beberapa ahli neurologist membuktikan bahwa air wudhu yang di usapkan dari kepala memberi efek sejuk pada kepala untuk merileksasikan kepala agar pikiran menjadi tenang. (Saleh Mursyif Djuddah, Achmad Abubakar, Muhsin Mahfudz, 2024)
Wudhu bukan hanya membasuh wajah menggunakan air tetapi ada tatacara untuk berwudhu dengan benar agar mendapatkan manfaat dari berwudhu, berikut tatacara wudhu :
1. Niat sangat penting dalam wudhu pengucapan dalam hati yang setiap amalan secara syariat akan dikerjakan.
Niat berwudhu: nawaitul wudhu-a liraf’il hadatsil ashgari fardhal lillahi ta’aala.
2. Membasuh wajah dari bagian atas rambut sampai dengan dagu hingga menyeluruh bagian wajah yang disunahkan dibasuh sampai tiga kali.
3. Membasuh kedua tangan dari ujung jari sampai bagian siku yang disunahkan dibasuh sampai tiga kali pada tiap-tiap tangan.
4. Mengusap sebagai kepala dengan membasuh rambut sedikit yang disunahkan tiga kali.
5. Membasuh kedua kaki dari telapak kaki hingga mata kaki yang disunahkan membasuh tiga kali berturut-turut.
5. Tertib yaitu mengikuti tatacara wudhu dari awal sampai akhir secara beruntun. (M.Wahid Nur Tualeka, 2022.)
Dari pembahasan diatas bahwa metode meredamkan amarah menggunakan wudhu sangat efektif karena dapat merilekskan pikiran agar amarah tidak memuncak dan merugikan banyak orang lain.
Dalam psikologi terapi wudhu menjadi metode terapi air untuk penyembuhan dan ketenangan jiwa seseorang saat seseorang tersebut masih puncaknya emosi atau amarah. Terapi ini juga bertujuan untuk mengatur suhu atau tekanan tubuh. Manfaat air wudhu bukan hanya untuk membersihkan najis sebelum sholat tetapi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia dan psikisnya.
Referensi
Diah Kusumawardani (2021), Makna Wudhu dalam Kehidupan menurut Al-Qur’an dan Hadis, Bandung, Jurnal Riset Agama, Volume 1, No.1
Ria Mardiono Prayogi, Arni Nur Rahmawati (2023), Terapi Spiritual Wudhu Untuk Mengontrol Emosi Pada Pasien Resiko Kekerasan, Universitas Harapan Bangsa, Community Health Nursing Journal.
Saleh Mursyid Djuddah, Achmad Abubakar, Muhsin Mahfudz (2024), Wudhu Dalam Tinjauan Islam, Kesehatan Jasmani Dan Psikis, Makassar, Jurnal Ushuluddin, Volume 26, No. 1.
M. Wahid Nur Tualeka (2022), Manfaat Air Wudhu Dalam Prespektif Islam Dan Kesehatan, Surabaya, Jurnal Mas Mansyur.
Editor: K. Anwar





