Beranda Berita Usia 55 Tahun, Banser Senior Gowes dari Palembang Menuju Muktamar NU ke-35

Usia 55 Tahun, Banser Senior Gowes dari Palembang Menuju Muktamar NU ke-35

0

Pekalongan — Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, berbagai cerita tentang ikhtiar warga NU untuk menghadiri perhelatan akbar lima tahunan tersebut bermunculan di media sosial. Salah satunya datang dari seorang anggota Banser senior asal Musi Rawas, Sumatra Selatan, Maksum Arif Hidayat, yang memilih mengayuh sepeda dari Palembang menuju Jombang, Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Ndan Hidayat tersebut tiba di Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (15/8/2026) menjelang Magrib. Kedatangannya disambut dan dikawal oleh sejumlah anggota Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Pekalongan. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh hari, Ndan Hidayat bersama dua rekannya singgah di Masjid Jami’ Al-Mubarok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Di hadapan sahabat-sahabat Banser yang menyambutnya, Ndan Hidayat mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya dapat sampai di Pekalongan dengan selamat.

“Alhamdulillah, berkat doa sahabat-sahabat, di hari ke-10 perjalanan ini saya bisa sampai di Pekalongan. Terima kasih dan salam untuk keluarga,” ungkapnya.

Di usianya yang telah menginjak 55 tahun, keputusan untuk menempuh perjalanan panjang dengan sepeda bukan sekadar perjalanan biasa. Ndan Hidayat mengaku ingin menghadiri Muktamar NU ke-35 dengan cara yang berbeda sekaligus bertemu langsung dengan para kiai.

“Motivasi saya, di usia saya yang ke-55 tahun ini, saya mau mengikuti perhelatan akbar NU yang diselenggarakan lima tahunan, yakni Muktamar NU, dan bisa bertemu dengan para kiai,” tuturnya.

Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan, M. Reza, menyambut baik kedatangan Ndan Hidayat bersama dua rekannya. Ia berharap perjalanan ketiganya menuju lokasi Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung lancar, aman, dan selamat hingga kembali ke rumah masing-masing.

“Semoga dalam perjalanan menuju Muktamar NU ke-35, Ndan Hidayat dan kawan-kawan bertiga diberikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan sampai tujuan dan kembali lagi ke rumah,” ujarnya.

Setelah beristirahat beberapa waktu, sekitar pukul 19.30 WIB Ndan Hidayat kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalur Pantura. Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan turut mengawal perjalanan tersebut hingga wilayah perbatasan Kabupaten Batang.

Sekitar pukul 20.30 WIB, rombongan tiba di perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Batang. M. Reza kemudian secara resmi menyerahkan pengawalan kepada jajaran Banser Kabupaten Batang yang telah menunggu di lokasi.

“Alhamdulillah, kami dari Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan sudah mengawal sahabat Arif Hidayat sampai di Kabupaten Batang. Untuk itu, kami serahkan kepada Satkoyon Banser PAC Kota Batang untuk kemudian bersama-sama mengawal agar perjalanannya lancar dan aman sampai tujuan. Terima kasih,” kata Reza.

Bagi Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan, perjalanan Maksum Arif Hidayat dengan sepeda tersebut bukan sekadar aktivitas bersepeda atau perjalanan menuju sebuah acara. Perjalanan itu dipandang sebagai bentuk ikhtiar, perjuangan, sekaligus ekspresi kecintaan kepada Nahdlatul Ulama. Semangat dan kegigihannya di usia yang tidak lagi muda menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat Banser yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

Sementara itu, proses penerimaan, pengawalan, hingga penyerahan rombongan di setiap wilayah perbatasan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Bagi Banser, tradisi saling menyambut dan mengawal itu tidak hanya memastikan perjalanan berlangsung aman, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, solidaritas, dan jiwa korsa di antara sesama kader Banser dalam menyambut Muktamar NU ke-35.

Pewarta: Yusuf Bahtiar
Editor: K.Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini